MAJALENGKA, (FC).- Pemerintah Kabupaten Majalengka terus mempercantik wajah ruang publik di kawasan perkotaan. Selama pembangunan tahun 2021, setidaknya ada 2 taman yang baru dibangun untuk tambahan referensi tempat bermain.
Taman sejarah dan taman eks Mapolres Majalengka adalah ruang publik baru yang akan segera diresmikan dalam waktu dekat.
“Nanti tanggal 3 Januari 2022 Insya Allah diresmikan,” kata Kepala Dinas PUTR Agus Tamim, Rabu (29/12).
Dijelaskan dia, walaupun pembangunan telah diselesaikan pada awal Desember.
Pihaknya masih belum membuka pagar pembatas proyek yang menghalangi taman tersebut.
Sebab, tegas dia, pihaknya sengaja tidak membuka pagar pembatas tersebut karena dikhawatirkan akan menimbulkan kerumunan, mengingat saat ini masih dalam kondisi pandemi COVID-19 dan ditambah menghadapi libur Natal dan
Tahun baru yang akan mengundang perhatian banyak orang.
“Kalau pembangunannya udah 100 persen selesai. Dari awal Desember sudah selesai. Kita khawatir mengundang perhatian banyak orang,” ujar dia.
Selain 2 taman baru, Taman Raharja yang baru-baru ini diberi sentuhan pembenahan akan diresmikan secara berbarengan dengan taman sejarah dan taman eks Mapolres Majalengka.
“Ada 3 taman berarti yang nanti akan kita resmikan secara bersamaan. Taman Raharja, Taman Sejarah, dan Taman Eks Mapolres Majalengka. Taman Raharja itu cuma diperbaiki area jogingnya, lampu-lampu tamannya sama tempat duduk juga,” jelas dia.
Sementara, taman sejarah yang terletak di sebelah bunderan Munjul itu, kata dia, tempat tersebut nantinya masyarakat akan disuguhkan melihat perjalanan sejarah Majalengka dalam bentuk relief.
“Di dalam taman sejarah, nantinya akan diisi tentang sejarah Majalengka. Ada gambar-gambar Bupati terdahulu juga. Diorama sejarahnya berdiri Majalengka, cerita-cerita legenda juga dalam bentuk diorama,” ucapnya.
Selain Taman sejarah, ruang publik baru juga terdapat di bekas Mapolres Majalengka, Jalan Bhayangkara. Namun, ruang publik terkahir ini belum ada penentuan nama.
“Kalau penamaannya belum ditentukan, masih dipikirkan. Ada pedestarian, musala, sama tempat-tempat dagangan juga, termasuk taman,” ujar dia. Sementara, untuk taman sejarah, pemerintah mengeluarkan anggaran sebesar Rp 3,5 miliar. Untuk taman bekas Mapolres sebesar Rp 6 miliar dan pembenahan Taman Raharja Rp 1 miliar. (Munadi)













































































































Discussion about this post