“Kami minta semua kandidat harus bisa menampilkan jiwa kesatria. Karena dalam sebuah pemilihan, pasti ada yang menang dan yang kalah,” pungkas Sekcam Sandy.
Ditempat yang sama, Ust Sulaeman tokoh agama yang juga hadir pada deklarasi damai berharap Pilkades mendatang benar-benar dijadikan pesta demokrasi bagi masyarakat desa. Dimana masyarakat bebas memilih pemimpin desa nya untuk enam tahun kedepan. Dari itu hindari yang namanya money politik (politik uang).
“Jadilah pemilih yang cerdas, dengan tidak mengadaikan suaranya demi selembar uang kertas,” ucap ustad Eman.
Dari lima desa yang menggelar Pilkades yakni Desa Kodasari, Leuweunghapit, Ligung, Beber dan Desa Buntu, pantauan media nampak aman terkendali. Namun walaupun demikian ada beberapa desa yang disinyalir situasinya seperti hangat- hangat jahe. (Munadi)















































































































Discussion about this post