Masih dijelaskannya, disamping kegiatan seperti bagi-bagi mie instan dan beras beberapa waktu lalu, keuntungan dari limbah tersebut juga digunakan untuk operasional mobil siaga.
Selain itu pemberian kadedeuh atau uang duka sebesar Rp 150 ribu kepada keluarga yang meninggal, dan kegiatan anak muda yang diwadahi melalui Karang Taruna Bangkit.
Di akhir obrolannya Kades Eman menghimbau agar masyarakat disaat PSBB (Pembatasan Sosial Bersekala Besar), mematuhi protokol pencegahan penyebaran covid 19, dengan cara mengedepankan PHBS, selalu cuci tangan, selalu jaga jarak (Physical Distancing) serta memakai masker manakala keluar rumah.
“Mari kita patuhi anjuran pemerintah agar wabah covid 19 ini cepat berakhir,” pungkasnya.
Disisi lain, kegiatan sosial bagi bagi mie instan di masa pandemi covid 19 ini didukung oleh anak-anak muda yang tergabung dalam Karang Taruna Bangkit.
Puluhan anak-anak muda berbaur bersama ibu ibu PKK, RT, RW dan tenaga Relawan Desa, turut membagikan mie instan dari pintu ke pintu. Tidak sedikit masyarakat yang merasa terbantu atas pembagian mie instan yang diberikan oleh pemdes.
“Kami mengapresiasi langkah yang diambil pemdes, semoga kegiatan ini bisa sedikit membantu beban masyarakat yang saat ini mengalami krisis akibat wabah penyebaran cobid 19,” ujar Sarman selaku Ketua Karang Taruna Bangkit. (Munadi).












































































































Discussion about this post