Selain itu, Abdul mempertanyakan terkait anggaran yang digunakan untuk pembangunan balai desa yang sumber anggarannya dari Bantuan Gubernur dan PLTU yang hampir menghabiskan 450 juta sampai tahun 2019.
Dalam tanggapannya, Kuwu Citemu, Supriyadi menyampaikan, bahwa anggaran dari Bantuan Gubernur dan PLTU benar-benar digunakan untuk pembangunan balai desa.
“Saya berani bersumpah, tidak memakan sepeser pun anggaran PLTU untuk pembangunan desa,” ujarnya.
Supriyadi pun menanggapi pertanyaan dari RT terkait anggaran RT dan RW yang baru diterima setengahnya. Menurutnya, anggaran untuk RT dan RW tiap tahun hanya untuk setengah tahun atau 6 bulan saja.
“Untuk tahun 2019, sebenarnya hanya 6 bulan untuk honor RT dan RW, adapun setahun, itu saya (Kuwu Citemu,-red) yang nambahin,” ujarnya.
Pantauan FC suasana Musdes cukup ramai dengan berbagai pertanyaan dari warga yang menginginkan adanya bukti pertanggungjawaban pelaksanaan pembangunan. Hingga berita ini diturunkan Musdes masih berlangsung. (Harun)














































































































Discussion about this post