KUNINGAN, (FC).- Jumlah pengunjung wisatawan di kawasan objek wisata Sangkan Resort Aqua Park Kabupaten Kuningan turun 80 persen selama masa pandemi Covid-19. Jika dalam satu hari pada kondisi normal rata-rata pengunjung mencapai 100 orang, sejak pandemi hanya sekitar 20 orang.
Artinya dalam kurun waktu satu tahun terakhir sejak muncul pandemi Corona, kerugian yang dialami pengelola wisata Sangkan Park ini cukup signifikan. Sehingga tak sedikit karyawan terpaksa dirumahkan karena minimnya pemasukan akibat penurunan pengunjung.
“Dampak terbesar itu dari sisi sumber daya kita, karyawan-karyawan terpaksa ada yang terkena PHK. Sebab operasional harus terus jalan, listrik dan pemeliharaan butuh biaya, itu yang paling terkena,” kata Pemilik Sangkan Resort Aqua Park Kuningan, Hanyen Tenggono, Kamis (4/3)
Hanyen mengaku, kerugian yang dialami ini akibat penurunan jumlah pengunjung wisata mencapai 80 persen dalam setahun. Sebab dalam sehari rata-rata pengunjung biasanya 100 orang, selama pandemi hanya bertahan di angka 20 orang.
“Namun kita bersyukur masih bisa tetap bertahan, walaupun dalam keadaan merangkak ya. Sebab tak sedikit usaha pariwisata di tempat lain terpaksa ditutup akibat dampak Covid-19,” kata Hanyen.
Oleh sebab itu, lanjut Hanyen, apapun kondisinya maka Sangkan Resort Aqua Park harus tetap bangkit. Karena banyak karyawan yang mesti mendapat penghidupan untuk kebutuhan keluarganya masing-masing.
“Kita harus tetap bangkit, kita harus menyesuaikan dengan new normal. Kita sudah melakukan sertifikasi CHSE dari Kemenpar RI, membuka online travel agent, serta promo diskon tiket masuk yang biasanya Rp 75.000,- sekarang bisa Rp 25.000,-,” ungkap Hanyen
Hanya saja, discount yang diberikan itu dapat dibeli kepada merchant atau outlet-outlet tertentu yang sudah bekerjasama. Jadi voucher itu dapat dipakai kapan saja dan hanya berlaku selama satu bulan sejak pembelian.
Selain itu, untuk menarik daya pengunjung Hanyen terus melakukan perubahan terhadap objek wisata yang dimilikinya dengan menyediakan mini zoo atau kebun binatang mini. Dan hingga saat ini pihaknya masih mempersiapkan segala sesuatu terutama perizinan.
“Untuk koleksi sendiri sudah ada. Bahkan ketika izin sudah keluar, kita dapat kiriman hewan-hewan dari BKSDA, jadi tidak pusing lagi untuk mengisi koleksi buat mini zoo ini,” ujar Hanyen.
Sementara ini, lanjut Hanyen, hewan atau satwa yang sudah ada diantaranya berbagai jenis burung, kerbau bule, ular sanca, berbagai jenis ikan dan lainnya.
“Satwa yang kita tampilkan ini bukan sembarangan, artinya hewan – hewan yang bisa masuk kategori dilindungi. Dan kita saat ini sedang menunggu izin keluar, baru kita buka tempat ini,” kata Hanyen. (Ali)
















































































































Discussion about this post