KOTA CIREBON, (FC).- Kota Cirebon dikenal dari dulu sebagai kota yang pluralis. Berbagai agama, seni, kebudayaan, etnis dan lainnya hidup berdampingan dengan damai.
Dalam hal destinasi wisatapun demikian, sedikitnya ada 4 keraton di Kota Cirebon dan sejumlah wilayah atau kampung yang dihuni oleh etnis tertentu. Ini menjadi keunggulan sendiri dari aspek destinasi wisata dibandingkan daerah lainnya.
Pemerintah Daerah Kota Cirebon melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) akan mencanangkan dua kampung wisata di Kota Cirebon. Dua kampung wisata itu yakni Kampung Wisata Arab di Panjunan dan Kampung Wisata Kacirebonan yang berada di area Keraton Kacirebonan.
Rencananya, Kampung Wisata Kacirebonan itu akan dicanangkan pada Rabu 11 Oktober 2023. Hal itu disampaikan Kepala Disbudpar Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya saat kegiatan bersih-bersih Keraton Kacirebonan, Senin (9/10).
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Pulasaren Kota Cirebon, Elang Iyan Ariffudin mengatakan kegiatan bersih-bersih yang dilakukan di Keraton Kacirebonan ini sebagai bentuk awal dari kita untuk membuktikan bahwa RW 02 Kacirebonan siap menjadi Kampung Wisata. Karena, menurut Elang Iyan, salah satu syarat menjadi kampung wisata adalah bersih berdasarkan urutan dari Sapta Pesona.
“Pada tanggal 11 Oktober 2023 nanti Disbudpar Kota Cirebon akan mencanangkan RW 02 Kacirebonan sebagai Kampung Wisata Seni dan Budaya. Pencanangan ini juga akan dibarengi dengan Festival Gamelan se-Ciayumajakuning,” ujar Elang Iyan kepada About Cirebon.
Menurut Elang Iyan, ada beberapa potensi wisata seni dan budaya yang akan ditawarkan di Kampung Wisata Kacirebonan ini. Wisatawan nanti akan dikenalkan dengan situs-situs yang ada di sekitar Keraton Kacirebonan.
“Kami akan memperkenalkan kepada pengunjung terkait situs pohon yang usianya 218 tahun, kemudian ada rumah Gedong Kepatihan yang dulu difungsikan sebagai rumah Pangeran Patih,” kata Elang Iyan.
Tak hanya itu, pengunjung yang akan datang ke Kampung Wisata Kacirebonan itu akan diajak masuk ke dalam area samping Keraton Kacirebonan. Nantinya akan diperlihatkan dapur jimat, Gedong Jimat, hingga museum.
“Setelah itu, pengunjung juga diajak ke belakang Keraton Kacirebonan seperti Kapuntren, Pringgawati, dan terakhirnya pengunjung akan disuguhkan pertunjukan seni di panggung terbuka oleh Sanggar Seni Sekarpandan,” pungkasnya. (Agus)
















































































































Discussion about this post