KOTA CIREBON, (FC).- Setelah dua pekan lebih, Kota Cirebon berdasarkan assesmen Kemenkes masuk dalam PPKM Level 4, kini statusnya sudah PPKM Level 3.
Pencapaian ini berkat trunnya saalah satu indikaator, yakni indikator rawat inap di Kota Cirebon.
Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Cirebon Agus Mulyadi menyampiakan, indikator rawat inap di Kota Cirebon sudah berhasil diturunkan.
Hal ini atas kerjasama yaang baik dengan seluruh rumah sakit yang ada di Kota Cirebon.
“Kemarin kita masuk PPKM Level 4 karena indikator rawat inap yang tinggi. Kita panggil para direksi rumah sakit, agar pasien Covid-19 tanpa atau dengan gejala ringan, agar ison di rumah saja. Dan ini berhasil menurunkan indikator rawat inap,” jelasnya kepada FC, Selasa (8/3) usai kegiatan pelantikan pejabat yang dirotasi dan mutasi.
Terkait Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), pihaknya akan menunggu paling tidak selama seminggu ini, tujuannya agar stabil dulu.
Diharapkannya, minggu depan apabila kondisi PPKM masin pada Level 3 ataupun bahkan Level 2, baru pihaknya akan mempertimbahkan kembali PTM terbatas.
“Iya kita lihat dulu kondisi seminggu ini, kalau tetap PPKM Level 3 atau ada perbaikan lagi menjadi PPKM Level 2, maka bisa digelar kembali PTM terbatas 50 persen,” jelasnya.
Selanjutnya, untuk lebih detilnya, lanjut pria yang akrab disapa Gusmul ini, pihaknya akan menunggu instruksi mendagri (imendagri).
Hal ini sebagai acuan, diterbitkannya Surat Edaran (SE) Walikota Cirebon.
Apakah dimungkinkan untuk dibuka PTM terbatas 50 persen. Termasuk juga tempat wisata, pasar dadakan seperti di Stadion Bima dan lainnya.
“Pemerintah juga saat ini sudah memberikan kelonggaran-kelonggaran. Diantaaranya pelaku perjalanan dalam negeri tidak perlu swab antigen atau PCR. Hanya wajib sudah vaksin lengkap saja. Kami tetap berpesan agar protokol kesehatan dijalankan dengan disiplin,” tegasnya. (Agus)









































































































Discussion about this post