KOTA CIREBON, (FC).- Gerak cepat dilakukan Dinas Kesehatan Kota Cirebon. Setelah mengetahui hasil rapid test di Keluarga Panjunan ada yang reaktif, mereka langsung di rumahkan di ruangan khusus di Gedung Diklat BKKBN Jalan Sudharsono Kesambi Kota Cirebon.
Kadinkes dr Edi Sugiarto MKes menyampaikan, pihaknya tidak ingin mengambil resiko. Sebelum menjalani swab test PCR, 8 warga yang reaktif terhadap rapid test langsung dipisahkan. Ini dilakukan guna pencegahan bila nantinya ada yang positif Convid-19 pada test swab nantinya.
Test swab sendiri, kata Edi akan dilakukan di RSD Gunung Jati, yang berdekatan dengan Gedung Diklat BKKBN. Edi menjamin semua kebutuhan 8 warga tersebut, sehingga kepada keluarganya tidak perlu khawatir yang berlebihan. Semua akomodasi akan dipenuhi, seperti makan, komunikasi dan lainnya.
Di Gedung Diklat BKKBN, lanjutnya, sudah disediakan tempat tidur yang nyaman dan aman. Karena satu kamar terdiri dari 2 hingga 3 bed dengan 2 kamar mandi di dalamnya.
“Pemisahan ini adalah upaya gerak cepat pencegahan penularan. Karena bisa saja bila dipulangkan dan ada yang positif Covid-19, akan menularkan ke keluarga atau tetangganya. Dan berdasarkan data, mereka yang reaktif ternyata pernah kontak erat langsung dengan dua orang yang positif Covid-19 sebelumnya,” ujar Edi pada konferensi pers di PSC Center, kemarin.
















































































































Discussion about this post