“Setiap BUMDes di Kabupaten Indramayu haruslah optimis dalam membangun usaha pedesaan baik memanfaatkan potensi desa atau membangun program bersama antar BUMDes lain. Hal inilah yang terus dikerjakan bagimana BUMDes yang belum bergerak bisa bergerak dengan pencangan program usaha bersama demi kemajuan kesejahteraan warga dan laju ekonomi bisa merata,” harapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Indramayu Sugeng Heryanto menyebutkan, kondisi keberadaan BUMDes di Kabupaten Indramayu saat ini berjumlah 309 BUMDes, dengan tingkatan kurang lebih berada dalam starta berkembang 60 %, starta maju 25 % dan starta dasar 15%.
“Jadi kondisi 309 desa yang sudah memiliki BUMDes sekarang berada dalam starta berkembang, starta maju dan starta dasar. Masing-masing BUMDes dengan aturan yang berlaku telah dianggarkan 50 juta setiap BUMDes untuk mengembangka usaha pedesaanya,” paparnya.
Lebih lanjut Sugeng, pihaknya terus mendorong BUMDes di Kabupaten Indramayu selain memanfaatkan potensi pedesaan menjadi produk usaha yang daya jual tinggi juga terus didorong agar bekerjasama dengan pihak lain dalam pengembangan usaha.
“Alhamdulillah ada beberapa BUMDes yang sudah menonjol kiprahnya di tingkat propinsi, dan sekarang telah kita dorong untuk bisa bekerjasama dengan pihak-pihak lain. Seperti BUMDes Temiyangsari dan BUMDes Maju Ujunggebang sudah bekerjasama dengan Samsat Haurgeulis. Kondisi tersebut diharapkan BUMDes menjadi pilar perekonomian kerakyatan di tingkat desa,” tutupnya. (Agus)











































































































Discussion about this post