Kang Taufik sapaan akrabnya menjelaskan, keberadaan BUMDes dalam modal usaha sudah dialokasikan melalui sumber anggaran, baik dari Dana Desa (DD), Angaran Dana Desa (ADD) sampai Bantuan Propinsi (Banprov) atau Bantuan Pusat.
Artinya BUMDes harus mengemban amanah untuk membangun usaha di tingkat desa dengan mandiri, efektif, efesien dan profesional.
Termasuk memanfaatkan pandemi Virus Corona Desease (Covid-19) menjadi peluang usaha bagi para BUMDes untuk membuat masker, membuat hansanitizer dan membuat Alat Pelindung Diri (APD) secara mandiri.
“BUMDes yang mampu memanfaatkan pandemi Covid-19 menjadi peluang usaha, seperti membuat masker, handsanitizer dan APD secara mandiri. Otomatis Pemda Indramayu dalam memenuhi kebutuhan alat perang Covid-19 bisa didapat dan membeli langsung dari prodak lokal buatan BUMDes di Indramayu,” jelasnya.
Kang Taufik berpesan, ketua dan jajaran BUMDes yang mengikuti kegiatan pembinaan dan pelatihan harus optimis karena adanya BUMDes bila dikelola dengan management yang baik dan profesional, dipastikan BUMDes akan maju dan bisa berpengaruh terhadap peningkatan Pendapatan Asli Desa (PAD) dan diimplementasikan untuk pembangunan pedesaan.











































































































Discussion about this post