KOTA CIREBON, (FC).- Sejak dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 14 Januari 2016, Kampung KB terus tumbuh pesat. Semangat membentuk dan mendirikan Kampung KB di seluruh Nusantara telah menghasilkan ribuan Kampung KB.
Kampung KB merupakan salah satu “senjata pamungkas” baru pemerintah dalam mengatasi masalah kependudukan, terutama di wilayah-wilayah yang jarang “terlihat” oleh pandangan pemerintah.
Untuk Kota Cirebon, RW 5 Kedungkrisik Utara, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti pada Selasa (15/2), ditetapkan sebagai Kampung Kampung KB.Penetapan itu dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPPAPPKB) Kota Cirebon.
Kampung KB yang diberi nama Baraya ini akan jadi wadah terintegrasinya program lintas sektor untuk masyarakat.
Wakil Walikota Cirebon Eti Herawati yang meresmikan Kampung KB tersebut berharap, setelah diresmikan taraf hidup masyarakatnya lebih baik.
Kampung KB, lanjut Eti, kedepannya akan menjadi ikon program kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Kehadiran Kampung KB bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program KKBPK serta pembangunan sektor lain dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas.
“Prinsipnya, Program KKBPK mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera dengan melaksanakan delapan fungsi keluarga. Penerapan fungsi keluarga ini membantu keluarga lebih bahagia dan sejahtera, terbebas dari kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan,” tegasnya.
Kampung KB menjadi program inovatif yang strategis dalam mengejawantahkan program KKBPK secara paripurna di lapangan. Pasalnya, Kampung KB menjadi model atau miniatur pembangunan yang melibatkan seluruh sektor di masyarakat.
Kampung KB merupakan Satuan wilayah setingkat RW, dusun atau setara yang memiliki kriteria tertentu dimana terdapat keterpaduan program KKBPK yang dilakukan secara sistemik dan sistematis.
“Selain itu, manfaat Kampung KB selain bisa mengentaskan kemiskinan, juga mendekatkan pembangunan kepada masyarakat. Intinya program ini melibatkan semua sektor pembangunan. Dengan kata lain, Kampung KB tak hanya berbicara soal membatasi ledakan penduduk, tapi juga memberdayakan potensi masyarakat agar berperan nyata dalam pembangunan,” cetusnya.
Eti meminta, instansi terkait bergotongroyong mewujudkan visi, misi, dan target Kampung KB. Ia berharap para kader konsisten menjalankan program-program yang telah disusun bersama-sama. “Harus saling mendukung dan bersinergi agar program berjalan optimal,” katanya.
Menurut Eti, program di instansi terkait yang bersentuhan langsung dengan masyarakat wajib melibatkan kader Kampung KB. Sehingga manfaat dibentuknya Kampung KB dapat dirasakan masyarakat.
“Keberhasilan Kampung KB ada di tangan masyarakat dan instansi terkait,” kata Eti.
Di tempat yang sama, Kepala DPPPAPPKB Kota Cirebon, Suwarso Budi Winarno menjelaskan, RW 5 Kedungkrisik Utara merupakan Kampung KB yang ke-14 sejak pertama dicanangkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo beberapa tahun lalu.
“Dari total 22 kelurahan di Kota Cirebon, baru 14 yang sudah dibentuk,” ungkap Budi.
Kampung KB di RW 5 Kedung Krisik Utara akan menjadi wadah bagi lintas sektor baik pemerintah atau swasta dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat berbasis keluarga.
Kampung KB ini juga dibarengi dengan program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS).
“Ini bagian dari upaya pengembangan, penguatan keluarga,” ujarnya.
Budi menambahkan, pihaknya telah menyusun program untuk setahun. Program itu diantaranya Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-cita (Sekoper Cinta), pelatihan mengelola keuangan bekerjasama dengan BJB dan penyediaan bak sampah.
“Sudah dibuat timeline programnya, tinggal dijalankan oleh seluruh kader,” katanya.
Lebih lanjut Budi mengatakan, Kampung KB di RW 5 Kedung Krisik Utara memiliki 100 keluarga binaan. Mereka akan terlibat langsung dalam program-program tersebut. (Agus)











































































































Discussion about this post