KAB. CIREBON, (FC).- Salah seorang siswa SMP Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Kalimukti, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon memanfaatkan masa Pandemi Covid-19 dengan menghasilkan sebuah karya, yaitu sebuah buku yang dilaunching perdana pada Sabtu (19/6).
Muhammad Khairul Marzuki (15) atau biasa yang dipanggil Uki menerbitkan satu karya buku perdananya tersebut adalah menuangkan dan mengekspresikan pengalamanya selama di pesantren ke dalam sebuah karya buku yang bertema Sejak, Sajak, Menjejak.
Buku tersebut merupakan pengalamannya selama mondok dan mengikuti pembelajaran di pesantren dan sekolah yang berada di satu komplek pesantren.
“Saat kelas 8 SMP saya sempat drop, merasa insecure terhadap kawan sejawat yang mampu menangkap pelajaran dikelas lebih unggul, dibanding saya yang lebih suka soft skill,” ungkap Uki.
Dijelaskan Uki, di masa kondisi tersebut di sekolah ada tugas dari guru mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk membuat puisi, sajak dan cerpen. Akhirnya Uki tidak mau melewatkan kesempatan tersebut untuk mengekpresikan diri atas kegelisahan-kegelisahanya selama di pesantren.
Buku tersebut sudah terangkum sejak kelas VIII dan menjadi sebuah buku dan dilauncing saat dirinya kelas IX, saat acara pelulusan sekolah.
“Di dalam buku, saya menggambarkan pesantren sebagai penjara asrama, yang mana santri harus meggugurkan hawa nafsu dunia untuk mengejar cita-cita, tidak hanya itu saya buat puisi khusus untuk Bapak Kiai Usamah Mansyur yang saya gambarkan sebagai Komandan Pesantren,” jelas Uki.
Marzuki pun mengajak bahwa kita jangan insecure terhadap kekurangan, tetapi harus mampu mengubah kekurangan untuk menjadi kekuatan yang sesungguhnya.
Menurutnya letak keberhasilan bukan hanya secara intelektual, tetapi kita mampu mengelola emosional atau peka terhadap sekitar dan spritual yakni hubungan manusia dengan sang pencipta yang selama ini diajarkan di pesantren.
“Saya mulai bangkit bahwa pesantren adalah satu-satunya sistem pendidikan yang mengajarkan tentang kehidupan yang sesungguhnya dan mendekatkan kita dengan sang pencipta,” terang Uki.
Sementara guru Bahasa Indonesia tempat Muhammad Khairul Marzuki belajar di SMP Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren An Nashuha Kalimukti, Ibnu Ubaidillah saat launching buku karya siswanya tersebut mengungkapkan, di masa pandemi Covid-19 dimana pembelajaran tatap muka dikurangi, kala itu dirinya memberikan tugas materi sastra, puisi, cerpen.
a mengajak para siswanya untuk membuat karya tentang pengalaman di pesantren, dan Uki menseriusi tugas yang diberikannya tersebut, hingga menjadi sebuah buku ini.
“Sebagai guru Mapel Bahasa Indonesia awalnya mengajak para siswa untuk membuat sebuah karya yang akan dibukukan tentang pengalaman dan perasaan di dalam pesantren,” singkat Ibnu (Nawawi)















































































































Discussion about this post