KOTA BANDUNG, (FC).- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) menjalin kesepakatan kerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tentang sinergitas, pengkajian, penerapan, dan pemasyarakatan teknologi di Jabar.
Penandatanganan nota kesepakatan dilakukan oleh Gubernur Jabar, Ridwan Kamil dengan Kepala BPPT, Hammam Riza secara virtual dalam rangkaian Rakernas BPPT 2021.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Jabar mengungkapkan 7 potensi ekonomi baru di Jabar yang sedang dikembangkan.
Pertama, Jabar sedang menyiapkan diri menjadi provinsi terbesar investasi level ASEAN.
“Kedua, yaitu Jabar tengah mengejar target menjadi provinsi swasembada pangan. Karena itu, kalau ada teknologi food security dan agritech, kami sangat membutuhkan,” ucap Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa, (9/3).
Selain itu, ekonomi 4.0, ekonomi digital, ekonomi hijau dan pariwisata regional, menjadi potensi ekonomi baru Jabar.
Kang Emil berharap dari kerjasama tersebut, tujuh potensi ekonomi baru Jabar mendapat dukungan maksimal dari BPPT.
“Saya harapkan dari perjanjian ini dapat meningkatkan tujuh ekonomi tersebut. Mudah-mudahan didukung maksimal oleh BPPT kami harap temuannya bisa kami terapkan di daerah,” imbuh Kang Emil.
Kang Emil menyambut baik kerja sama tersebut, karena dapat membantu pemulihan ekonomi usai terpuruk akibat pandemi Covid-19 dengan pemanfaatan teknologi dan inovasi.
Menurut Kang Emil, Covid-19 memaksa semua pihak untuk lebih adaptif sehingga diperlukan re-orientasi pemikiran ke arah yang lebih baik.
“Kami oleh Covid-19 diminta untuk adaptif, sehingga kami sudah melakukan re-orientasi mindset atau pemikiran ke arah yang lebih baik,” kata Kang Emil.
Harapan kang Emil sendiri di tahun 2045, mayoritas penduduk usia muda di Jabar bisa kompetitif, berdaya saing, dan inovatif.
“Kami terus kembangankan SDM agar indeks inovasi daerah bisa terus bersaing dan menyiapkan penduduk usia muda Jabar tahun 2045 agar betul-betul bisa kompetitif, tangguh, produktif, inovatif, dengan teknologi,” tuturnya. (Sarrah)











































































































Discussion about this post