KAB. CIREBON, (FC).– Peran sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi faktor utama dalam keberhasilan transformasi organisasi di tengah pesatnya perkembangan dunia usaha dan teknologi. SDM kini tidak lagi hanya menjalankan fungsi administrasi, tetapi juga berperan sebagai penggerak perubahan agar perusahaan tetap mampu bersaing.
Hal tersebut disampaikan pihak PT Daya Anugerah Mandiri (Daya Motor) saat menerima kunjungan mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon dalam kegiatan observasi mengenai peran SDM dalam transformasi organisasi. Kegiatan tersebut diikuti Stevany Anindya Rahmawati, Wulan Amalia, Miya Zahraningrum, Bening Nur Fujilestari, Alin Wianda, Delina Dwi Janari, M. Aef Saifullah, Moch. Azriel Alvirezy, Putra Adisty, Bhakti Adilla Andes, dan Rizal Maulana, dengan dosen pembimbing Lisa Harry Soelistyowati, S.E., M.M.
Narasumber PT Daya Anugerah Mandiri, Ruddy Purnama, menjelaskan bahwa fungsi SDM saat ini telah berkembang. Jika sebelumnya lebih banyak menangani administrasi seperti absensi, penggajian, dan rekrutmen, kini SDM juga menjadi penghubung komunikasi antara manajemen dan karyawan agar setiap perubahan dapat dipahami dan dijalankan secara bersama.
“Peran SDM sekarang lebih luas. Tidak hanya mengurus administrasi, tetapi juga harus mampu menjembatani komunikasi antara manajemen dengan tim di lapangan sehingga seluruh proses perubahan berjalan selaras,” ujarnya.
Menurutnya, perusahaan mengedepankan komunikasi dua arah, peningkatan kompetensi melalui berbagai pelatihan, serta penguatan kolaborasi antardivisi sebagai bagian dari proses transformasi organisasi. Selain meningkatkan keterampilan, seluruh karyawan, termasuk bagian administrasi, juga dibekali pengetahuan mengenai produk (product knowledge) agar memahami proses kerja secara menyeluruh dan mampu meminimalkan kesalahan operasional.
Transformasi tersebut juga berdampak pada proses rekrutmen. Perusahaan kini menerapkan standar kompetensi yang lebih tinggi, terutama dalam kemampuan komunikasi, penguasaan pekerjaan, serta kesiapan beradaptasi dengan perubahan dan perkembangan teknologi.
Untuk memastikan proses transformasi berjalan efektif, perusahaan secara rutin melakukan evaluasi, pendampingan, dan pelatihan yang dipadukan dengan praktik langsung di lapangan. Perusahaan juga membuka ruang bagi karyawan untuk menyampaikan kritik, saran, maupun keluhan melalui evaluasi internal yang dilaksanakan secara berkala.
Ruddy mengakui, tantangan terbesar dalam transformasi organisasi adalah kesiapan setiap individu menerima perubahan, khususnya dalam menghadapi digitalisasi. Karena itu, perusahaan terus memperkuat program coaching dan pengembangan kompetensi SDM secara berkelanjutan.
Ia menegaskan, keberhasilan transformasi organisasi tidak hanya bergantung pada strategi perusahaan, tetapi juga komitmen pimpinan, kesiapan karyawan, serta terciptanya lingkungan kerja yang kondusif.
“Dengan sinergi tersebut, transformasi diharapkan mampu meningkatkan kinerja organisasi sekaligus memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” katanya. (rilis)










































































































Discussion about this post