MAJALENGKA, (FC).– Di tengah dinamika pembangunan daerah dan persaingan investasi yang kian kompetitif, Pemerintah Kabupaten Majalengka, menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan investasi sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Majalengka, Abdul Goni, mengungkapkan bahwa target investasi daerah untuk periode 2024 hingga 2027 ditetapkan sebesar Rp3,6 triliun per tahun. Target tersebut menjadi pijakan utama dalam mengukur keberhasilan kinerja investasi daerah.
“Ketetapan RPJMD kita itu target investasi di tahun 2024 sampai 2027 berada di angka Rp3,6 triliun. Untuk tahun 2025 kita tercapai di Rp3,3 triliun, sementara tahun sebelumnya bahkan sempat mencapai Rp3,8 triliun,” ujar Abdul Goni, Jumat (3/7).
Memasuki tahun 2026, DPMPTSP Majalengka tidak tinggal diam. Berbagai langkah strategis tengah disiapkan guna memastikan capaian investasi tetap berada di jalur target, bahkan diharapkan melampaui angka yang telah ditetapkan.
Menurut Abdul Goni, koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama. Pihaknya akan memperkuat sinergi dengan Bupati, Sekretaris Daerah, serta seluruh pemangku kepentingan guna merumuskan langkah konkret dalam mendorong arus investasi masuk ke Majalengka.
“Untuk tahun 2026 ini, kami akan berkoordinasi dengan Pak Bupati, Pak Sekda, dan seluruh stakeholder. Pastinya, kita harus melakukan langkah-langkah konkret agar investasi ini sesuai dengan RPJMD,” tegasnya.
Selain itu, strategi promosi investasi dan peningkatan kemudahan perizinan juga menjadi fokus utama pemerintah daerah. Upaya tersebut dinilai penting untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif dan menarik minat investor.
Namun demikian, Abdul Goni menekankan bahwa kepastian tata ruang menjadi faktor krusial dalam percepatan investasi. Saat ini, revisi tata ruang di Majalengka masih dalam proses, dan hal tersebut menjadi salah satu penentu utama dalam mengakselerasi masuknya investasi.
“Yang paling penting adalah kepastian tata ruang. Saat ini masih dalam proses revisi. Ketika revisi sudah ditetapkan, maka kita akan dorong lebih masif lagi agar investasi masuk ke Majalengka,” jelasnya.
Untuk target jangka pendek, DPMPTSP Majalengka menegaskan fokus pada pencapaian target investasi tahun 2026 sebesar Rp3,6 triliun. Bahkan, pihaknya optimis capaian tersebut bisa melampaui target.
“Target saya tahun 2026 ini sesuai RPJMD di angka Rp3,6 triliun. Kalau bisa lebih tentu lebih baik. Kami optimis target ini bisa tercapai,” pungkas Abdul Goni.
Dengan strategi yang terarah, dukungan lintas sektor, serta kepastian regulasi yang semakin matang, Majalengka terus memposisikan diri sebagai daerah yang siap menjadi magnet investasi baru di Jawa Barat. (Munadi)










































































































Discussion about this post