KOTA CIREBON, (FC).- Kepekaan sosial terhadap anak yatim diwujudkan dengan memberikan perhatian dan kepedulian terhadap mereka dari aspek sandang, pangan, papan dan pendidikannya. Hal ini tidak hanya menjadi tanggung jawab orang kaya saja, tetapi sudah menjadi kewajiban bagi setiap muslim.
Ini yang dilakukan oleh Dewan Pimpinan Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPD BKPRMI) Kota Cirebon.
Organisasi sosial keagamaan ini kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap anak-anak yatim dengan menggelar Wisata Anak Yatim yang memasuki penyelenggaraan tahun ketiga.
Pada Sabtu pagi (27/6), Noviyanti Edo selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kota Cirebon melepas rombongan anak yatim yang melakukan perjalanan wisata edukatif dan religi menuju sejumlah destinasi di Jawa Barat, di antaranya Lembur Pakuan di Subang, Masjid Pusdai, Gedung Sate, Museum Geologi Bandung, hingga kawasan Cikole Brimob.
Kegiatan sosial ini kolaborasi dari DPD BKPRMI Kota Cirebon bersama Asosiasi Perusahaan Klining Servis Indonesia (Apklindo) Kota Cirebon, Abujapi, RJU, serta mendapat dukungan penuh dari TP PKK Kota Cirebon, berlangsung selama dua hari (27-28 Juni 2026).
Tak hanya berwisata, anak-anak juga akan mengikuti berbagai kegiatan positif seperti tadarus, permainan edukatif, kegiatan kebersamaan, hingga malam keakraban selama menginap di Hotel Agusta.
Menurut Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) DPD BKPRMI Kota Cirebon, M. Taufik, program ini merupakan agenda rutin organisasi yang bertujuan menghadirkan kebahagiaan bagi anak yatim.
“Ada 40 anak yatim dari lima kecamatan di Kota Cirebon yang kita ajak,” ungkapnya.
Disebutkan M. Taufik, BKPRMI memiliki dua program utama, yakni gerakan memakmurkan dan membersihkan masjid melalui kegiatan “Revolusi Masjid”, serta program wisata anak yatim yang kini telah memasuki pelaksanaan ketiga setelah sebelumnya digelar di Garut.
“Program ini terinspirasi dari keinginan sederhana, yaitu membuat anak-anak yatim bisa tersenyum dan merasakan kebahagiaan. Kami tidak ingin mereka terbebani dengan banyak ceramah. Yang terpenting mereka senang, tertawa, dan memiliki kenangan indah bersama,” ujarnya.
Semua panitia sudah melakukan yang terbaik, agar kegiatan ini berjalan lancar. Karena kebahagiaan yang dirasakan anak-anak yatim menjadi kebahagiaan tersendiri bagi seluruh pihak yang terlibat.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi amal jariyah bagi kita semua. Saya yakin tanpa diminta pun mereka akan mendoakan semua pihak yang telah peduli kepada mereka,” ungkapnya.
Pihaknya juga berharap, pada kunjungan ke Lembur Pakuan di Subang dapat berkesempatan bertemu Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
“Kami berharap silaturahmi ini membawa keberkahan. Yang terpenting, anak-anak tetap semangat, sehat, bahagia, dan seluruh perjalanan berlangsung aman hingga kembali ke Cirebon,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Ketua TP PKK Kota Cirebon, Noviyanti Edo, sangat mengapresiasi konsistensi BKPRMI dalam memberikan perhatian kepada anak-anak yatim di Kota Cirebon.
Dikatakannya, kepedulian terhadap anak yatim inj menjadi bukti nyata sinergi antara organisasi masyarakat dengan Pemerintah Kota Cirebon dalam membangun kepedulian sosial.
“Alhamdulillah, wisata anak yatim ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kita kepada anak-anak yatim piatu di Kota Cirebon. Pemerintah Kota Cirebon sangat peduli terhadap mereka, dan BKPRMI telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam membina anak-anak yatim,” imbuhnya.
Dirinya pun berpesan agar seluruh peserta menikmati perjalanan dengan penuh semangat.
“Mudah-mudahan anak-anak bisa menikmati wisata ini dengan bahagia. Semoga selama perjalanan mereka bisa melupakan sejenak berbagai kesedihan dan beban yang selama ini dirasakan, kemudian pulang membawa semangat dan kebahagiaan baru,” tutur Noviyanti.
Sementara itu, Ketua Apklindo Kota Cirebon, Ani Wulandari menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi berbagai organisasi dalam menyambut datangnya 10 Muharam yang identik sebagai momentum berbagi kepada anak yatim.
“Alhamdulillah BKPRMI, Apklindo, Abujapi, RJU, dan TP PKK Kota Cirebon bisa berkolaborasi mengadakan wisata anak yatim. Kami membawa 40 anak yatim menggunakan satu bus menuju Lembur Pakuan, kemudian ke Cikole Brimob, menginap di Hotel Agusta, lalu melanjutkan kunjungan ke Gedung Sate dan Museum Geologi sebelum kembali ke Kota Cirebon,” jelasnya.
Ani menegaskan tujuan utama kegiatan tersebut bukan sekadar berwisata, melainkan menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim melalui pengalaman yang berkesan.
“Tujuan kami hanya satu, yaitu membuat mereka bahagia. Selama kegiatan nanti akan ada banyak permainan, kebersamaan, dan berbagai hadiah menarik,” katanya.
Sebagai bentuk perhatian, panitia juga menyiapkan hadiah utama berupa satu unit sepeda yang diberikan langsung oleh Ketua TP PKK Kota Cirebon, Noviyanti Edo, kepada salah seorang peserta. (Agus)










































































































Discussion about this post