KAB.CIREBON, (FC).- Pelepasan 95 siswa kelas VI SDN 1 Pabedilan Kulon, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, berlangsung berbeda tahun ini.
Seluruh rangkaian acara digelar secara mandiri oleh para orang tua siswa melalui musyawarah bersama tanpa membebani sekolah.
Kegiatan tersebut dikemas dalam tajuk “Nekusa Due Gawe”, yang merupakan akronim dari SDN 1 Pabedilan Kulon Punya Hajat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN 1 Pabedilan Kulon, Husnul Chatim, menjelaskan bahwa sekolah hanya berperan sebagai fasilitator, sementara seluruh perencanaan, pendanaan, hingga pelaksanaan kegiatan sepenuhnya menjadi tanggung jawab wali murid.
“Kegiatan ini merupakan hasil kesepakatan para orang tua siswa. Sekolah hanya memfasilitasi agar seluruh rangkaian acara berjalan tertib dan memberikan manfaat bagi peserta didik,” ujarnya, Sabtu (27/6).
Husnul yang baru menjabat sebagai Plt Kepala Sekolah sejak Juni 2026 mengatakan, momentum kelulusan tidak semata menjadi seremoni perpisahan, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk menampilkan kemampuan yang selama ini diasah di sekolah.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan mampu meninggalkan kesan mendalam bagi para lulusan sekaligus memotivasi adik-adik kelas untuk terus berprestasi.
“Kami ingin anak-anak membawa kenangan yang baik sekaligus menjadi inspirasi bagi siswa lainnya agar terus mengembangkan kemampuan, baik akademik maupun nonakademik,” katanya.
Pada tahun ajaran 2025/2026, sebanyak 95 siswa dinyatakan lulus dan seluruhnya telah melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, baik ke SMP negeri, madrasah tsanawiyah, maupun pondok pesantren. Mayoritas memilih melanjutkan ke SMP negeri.
Saat ini SDN 1 Pabedilan Kulon memiliki sekitar 530 peserta didik. Husnul menegaskan, sekolah terus berkomitmen mengembangkan potensi siswa secara menyeluruh melalui berbagai kegiatan akademik maupun pengembangan bakat dan minat.
Sejumlah siswa bahkan berhasil menorehkan prestasi pada berbagai kompetisi tingkat kecamatan hingga kabupaten. Prestasi tersebut menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus meningkatkan pembinaan terhadap peserta didik.
“Kami berharap akan lahir semakin banyak generasi berprestasi yang mampu mengharumkan nama sekolah di berbagai bidang,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Nekusa Due Gawe, Haris Sutikno, mengatakan kegiatan tersebut sengaja menggunakan nama bernuansa lokal agar lebih dekat dengan masyarakat sekaligus menjadi identitas kebersamaan warga sekolah.
Menurutnya, acara tidak hanya menjadi ajang pelepasan siswa, tetapi juga wadah menampilkan kreativitas dan hasil pembinaan yang selama ini dilakukan sekolah.
“Nekusa Due Gawe bukan sekadar acara perpisahan. Ini adalah panggung bagi anak-anak untuk menunjukkan bakat, kreativitas, dan prestasi yang mereka miliki,” ujarnya.
Haris menambahkan, banyak siswa SDN 1 Pabedilan Kulon telah meraih prestasi di berbagai ajang, mulai tingkat kecamatan, kabupaten hingga provinsi.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan para guru pembina serta keberadaan sanggar seni di wilayah Pabedilan Kulon yang ikut berkontribusi mengembangkan potensi peserta didik.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus menjadi ruang bagi siswa untuk membangun rasa percaya diri sekaligus mempererat sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang generasi muda.
Dengan semangat kebersamaan yang terbangun melalui Nekusa Due Gawe, SDN 1 Pabedilan Kulon ingin menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada kelulusan, tetapi juga pada pembentukan karakter, kreativitas, serta prestasi siswa sebagai bekal menghadapi jenjang pendidikan berikutnya. (Nawawi)










































































































Discussion about this post