KUNINGAN, (FC).- Ketua Boboko Kuningan, Deni Hamdani, mengajak seluruh suporter Persib Bandung meninggalkan rivalitas permusuhan yang selama ini kerap memicu konflik antarsuporter sepak bola.
Menurut Deni, rivalitas berlebihan justru merugikan perkembangan sepak bola nasional dan menciptakan budaya suporter yang tidak sehat.
Ia berharap hubungan antarsuporter, khususnya antara bobotoh Persib dan pendukung Persija Jakarta, bisa lebih dewasa.
“Kami ingin rivalitas permusuhan antara bobotoh Persib dan The Jak dihentikan. Kalau terus dipelihara, yang rugi sepak bola Indonesia juga,” ujarnya, Jumat (22/5).
Deni yang juga menjabat Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Kuningan menilai Persib merupakan aset besar masyarakat Jawa Barat yang harus dijaga bersama.
“Persib adalah simbol kecintaan masyarakat sunda terhadap sepak bola. Jadi harus dijaga, bukan malah memicu konflik,” katanya.
Ia menjelaskan, Boboko dibentuk sebagai wadah bagi bobotoh senior berusia di atas 35 tahun untuk menyalurkan kecintaan terhadap Persib sekaligus membimbing suporter muda agar lebih dewasa dalam mendukung tim kebanggaan mereka.
Menurutnya, suporter memiliki peran penting menciptakan suasana pertandingan yang aman dan nyaman. Karena itu, aksi anarkis maupun gesekan antarsuporter harus dihentikan.
“Cinta terhadap klub boleh, tapi jangan sampai menimbulkan korban jiwa. Jangan karena komentar media sosial atau rivalitas lalu terjadi kekerasan,” tegasnya.
Deni juga menyoroti sejumlah insiden keributan saat nonton bareng yang terjadi di berbagai daerah akibat rivalitas suporter. Ia berharap budaya mendukung sepak bola di Indonesia bisa berubah menjadi lebih tertib dan damai.
“Kita ingin suporter itu adem dan tenang. Setelah pertandingan selesai, semuanya kembali normal dan tetap bersaudara,” ujarnya.
Menjelang laga terakhir Persib musim ini, Deni mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama aparat keamanan yang memfasilitasi kegiatan nonton bareng terpusat guna menjaga kondusivitas masyarakat.
Ia menambahkan, seluruh komunitas pendukung Persib di Kuningan kini dihimpun dalam wadah “Sadulur Suporter Persib” untuk memperkuat persatuan antarsuporter.
“Semua tetap pendukung Persib. Jangan sampai sesama bobotoh juga terjadi gesekan,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Deni mengimbau seluruh bobotoh merayakan kecintaan terhadap Persib secara tertib tanpa merusak fasilitas umum maupun mengganggu masyarakat.
“Mari cintai Persib dengan dewasa. Hindari minuman keras, obat terlarang, taati aturan lalu lintas, dan jadilah suporter yang membawa kenyamanan bagi semua,” pungkasnya. (Angga)













































































































Discussion about this post