KOTA CIREBON, (FC).- Arus kendaraan di Jalur Pantai Utara (Pantura) yang melintasi Kota Cirebon terpantau padat selama periode arus mudik Lebaran 2026. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon mencatat, sejak H-7 hingga H-1 Lebaran, total kendaraan yang melintas mencapai ratusan ribu unit.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Cirebon, Indra Setiaman mengungkapkan hingga pukul 11.30 WIB pada H-1 Lebaran, jumlah kendaraan yang terdata mencapai 577.215 unit. Angka tersebut merupakan hasil pemantauan di sejumlah titik strategis di jalur Pantura.
Dari total tersebut, sepeda motor masih menjadi penyumbang terbesar dengan jumlah mencapai 503.445 unit. Sementara itu, kendaraan roda empat atau mobil pribadi tercatat sebanyak 52.643 unit.
“Pergerakan kendaraan dari H-7 sampai H-1 Lebaran mencapai sekitar 577 ribu unit berdasarkan data sementara,” ujar Indra, Sabtu (21/3).
Ia menambahkan, rata-rata volume kendaraan yang melintas di jalur tersebut kini berada di angka sekitar 1.284 unit setiap jamnya. Kondisi ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya.
Dishub juga mencatat, puncak arus mudik terjadi pada H-2 Lebaran. Pada periode tersebut, jumlah kendaraan yang melintas dalam satu hari hampir menyentuh angka 149 ribu unit.
Meski demikian, jika dibandingkan dengan puncak arus mudik tahun sebelumnya, terjadi sedikit penurunan volume kendaraan. Namun, jika dilihat dari hari ke hari, terjadi peningkatan sekitar 12 persen menjelang H-1 Lebaran.
Untuk mengantisipasi kemacetan, Dishub Kota Cirebon menerapkan sejumlah strategi rekayasa lalu lintas di beberapa titik persimpangan utama. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperpanjang durasi lampu hijau di jalur yang dilalui pemudik.
Durasi lampu hijau di beberapa simpang bahkan ditambah hingga sekitar 95 detik. Kebijakan ini diharapkan mampu memperlancar arus kendaraan, terutama dari jalur utama Pantura.
“Penambahan waktu lampu hijau dilakukan agar arus kendaraan pemudik bisa lebih cepat terurai,” jelasnya.
Indra juga memastikan, pada musim mudik tahun ini tidak ada penutupan persimpangan di sepanjang jalur Pantura wilayah Kota Cirebon. Menurutnya, pengaturan melalui penyesuaian waktu lampu lalu lintas dinilai sudah cukup efektif.
“Dengan langkah tersebut, arus kendaraan baik dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah maupun sebaliknya dapat tetap berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar jalur utama,” pungkasnya. (Agus)
















































































































Discussion about this post