KOTA CIREBON, (FC).- Teror hewan liar dan berbisa kini menghantui warga RW 04 Kampung Cangkol Utara, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.
Ular berbisa hingga biawak berukuran besar kerap muncul dan masuk ke permukiman membuat warga ketakutan, terutama demi keselamatan anak-anak dan lansia.
Kemunculan hewan-hewan berbahaya itu diduga berasal dari kawasan kolam oksidasi CUDP Cangkol Utara yang berbatasan langsung dengan lingkungan permukiman.
Area tersebut dipenuhi semak belukar yang dibiarkan tumbuh liar dan diduga menjadi sarang ular serta biawak.
Ketua RW 04 Kampung Cangkol Utara, Sulaeman mengatakan, teror tersebut bukan lagi kejadian sporadis, melainkan sudah berlangsung lama dan semakin sering terjadi.
“Kalau dibiarkan, kami khawatir akan ada korban berikutnya. Hampir setiap waktu ular dan biawak muncul di sekitar rumah warga,” ujar Sulaeman saat berbincang dengan media, Senin (26/1/2026).
Menurutnya, warga bahkan beberapa kali berhasil menangkap ular berukuran besar jenis sanca yang nekat masuk ke dalam rumah.
“Ini bukan ular kecil, tapi berukuran besar dan panjang. Sangat membahayakan, apalagi banyak anak-anak dan orang tua di lingkungan kami,” ucapnya.
Tak hanya meresahkan, kawasan kolam CUDP Cangkol juga dikenal rawan dan mematikan.
Sejumlah warga menyebut sudah banyak pencari ikan dan pemancing menjadi korban gigitan ular berbisa saat beraktivitas di sekitar kolam tersebut. Beberapa di antaranya bahkan dilaporkan meninggal dunia.
Hal itu dibenarkan Sri Puji Mustikawati (56), warga RW 04 Kampung Cangkol Utara.
Ia mengungkapkan, korban terbaru meninggal dunia setelah dipatuk ular berbisa saat mencari ikan.
“Yang terbaru dialami warga kami meninggal dunia akibat dipatuk ular saat mencari ikan di kolam CUDP pada hari Sabtu (24/1/2026),” jelas Sri.
Sri mengatakan, warga sudah lama hidup dalam keresahan akibat teror kemunculan ular dan biawak yang masuk ke perkampungan.
“Kami resah dengan teror kemunculan ular dan biawak yang masuk ke perkampungan warga. Warga di sini memang sudah sangat resah sejak lama karena sering sekali ular dan biawak masuk ke rumah,” katanya.
Ia menambahkan, jenis ular yang muncul bukan hanya sanca, tetapi juga ular kobra yang sangat membahayakan.
“Ini bukan ular berukuran kecil lagi, tapi besar dan panjang. Yang lebih menakutkan lagi itu ular kobra yang juga sering muncul,” ujarnya.
Menurut Sri, warga sudah sering menangkap ular sanca berukuran besar yang masuk ke permukiman.
“Bukan pernah lagi, tapi sering warga menangkap ular sanca berukuran besar dan panjang,” ucap Sri.
Ia menilai, ular-ular tersebut muncul dari area semak belukar di “Semaknya sudah tinggi dan lebat. Kami takut tiba-tiba ular masuk ke rumah. Ini bukan sekali dua kali, sudah sering,” jelas dia.
Keluhan serupa disampaikan Isnaen (48), warga lainnya.
Ia mengaku, kondisi tersebut membuat warga merasa tidak nyaman dan selalu was-was. “Kondisi ini membuat warga resah dan tidak nyaman. Kami berharap pemerintah kota tidak menunggu sampai ada korban jiwa lagi,” kata Isnaen.
Isnaen pun mendesak Pemerintah Kota Cirebon segera turun tangan melakukan penanganan serius.
“Kami minta perhatian serius dari Wali Kota Cirebon. Jangan sampai ada warga yang digigit ular kembali. Ini menyangkut keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kawasan CUDP Cangkol seharusnya menjadi ruang yang aman bagi masyarakat, bukan justru berubah menjadi lokasi rawan yang mengancam nyawa.
“Kami berharap dinas terkait segera turun tangan untuk membersihkan semak belukar sekaligus melakukan langkah pencegahan,” ucap Isnaen. (Agus)















































































































Discussion about this post