KOTA CIREBON, (FC).- Pj Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Sumanto, yang hadir mewakili Wali Kota Cirebon Effendi Edo mengatakan, apa yang dikerjakan TNI melalui Bhakti Siliwangi Manunggal Satata Sariksa (BSMSS) adalah bentuk edukasi pembangunan yang luar biasa bagi masyarakat.
Menurutnya, TNI tidak sekadar datang untuk mengerjakan target fisik, melainkan hadir untuk menggerakkan kesadaran kolektif warga tentang arti penting gotong royong dalam membangun daerah.
“Pesan moralnya jelas, anggaran daerah sehebat apa pun tidak akan pernah cukup jika tidak dibarengi dengan partisipasi aktif warga. Inilah kolaborasi riil yang bukan hanya di atas kertas, tapi nyata di lapangan,” ujar Pj Sekda saat hadir dalam penutupan BSMSS tahun 2025 yang digelar di Kantor Kecamatan Kejaksan, Senin (22/12/2025).
Pj Sekda menambahkan bahwa indikator kesuksesan pembangunan yang paling hakiki adalah saat masyarakat merasa memiliki hasil pembangunan tersebut. Ia berpesan agar infrastruktur yang telah diperbaiki, mulai dari akses jalan hingga drainase, dijaga dengan baik. Begitu pula dengan program bedah rumah yang telah mengubah hunian tidak layak menjadi tempat tinggal yang lebih bermartabat bagi warga yang membutuhkan.
“Jalan yang sudah baik jangan hanya dinikmati, tetapi dirawat drainasenya. Rumah yang sudah dibedah harus menjadi tempat bernaung yang penuh berkah untuk mendidik anak-anak kita,” pesannya.
Dandim 0614/Kota Cirebon, Letkol Arm Drajat Santoso, mengungkapkan BSMSS tahun ini fokus pada titik-titik krusial, seperti di Kelurahan Kesenden yang mencakup perbaikan satu unit Rutilahu serta peningkatan jalan di RW 11 (RT 01, 02 dan 03).
“Kami melihat BSMSS sebagai implementasi nyata pengabdian kepada masyarakat. Selain di Kesenden, kami juga melakukan perbaikan Rutilahu dan pembenahan akses jalan di RW 02 RT 03 Kelurahan Karyamulya. Perbaikan infrastruktur ini kami harapkan mampu mendorong mobilitas warga sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka secara signifikan,” jelas Dandim.
Dandim menekankan, keberhasilan seluruh program ini tidak terlepas dari soliditas yang kuat antara TNI, Pemerintah Kota, dan unsur masyarakat. Ia berharap bantuan yang telah diserahkan, baik berupa bangunan fisik maupun paket makanan, dapat memberikan manfaat jangka panjang dan dirawat secara swadaya oleh warga sekitar.
Selain fokus pada infrastruktur, kegiatan penutupan ini juga dibarengi dengan aksi sosial sebagai respons terhadap dinamika ekonomi saat ini. Dandim mengatakan, program BSMSS juga menyalurkan bantuan pangan untuk membantu meringankan beban masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
“Penyaluran bantuan pangan ini sebagai langkah konkret kami untuk memastikan ketahanan pangan di tingkat keluarga tetap terjaga. Semoga sinergi antara TNI sebagai motor penggerak dan Pemerintah Kota sebagai fasilitator diharapkan terus berlanjut pada program-program mendatang,” harapnya. (Agus)















































































































Discussion about this post