Kondisi ini pun bahkan berdampak kepada para tenaga medis yang terkena Covid-19 yang bertugas menangani pasien virus Corona di daerah. “Tenaga medis di Indramayu sudah ada yang tumbang dan dirawat intensif di ruang isolasi RSUD Indramayu karena statusnya PDP,” ungkapnya
Dia mengatakan. Kekurangan APD ini pun menjadi sangat urgen bukan saja di pemerintah pusat melainkan di pemerintah daerah dalam melakukan penanganan virus Corona, bahkan tidak sedikit para tenaga medis harus berjuang dengan menggunakan alat pelindung seadanya.
“Karena minimnya APD, para tenaga medis harus berjuang dengan mengunakan jas hujan, helm motor sarung tangan dan masker yang terbuat dari kain. Padahal tidak di rekomendasikan,” ungkapnya
Mengenai minim APD dalam penanganan Covid-19, pihaknya pun dalam hal sudah menyampaikan ke legislatif daerah dan pemerintah provinsi agar disampaikan ke Kementrian Kesehatan RI
Deden menceritakan, tenaga medis itu kondisinya memburuk pasca-berjuang menangani pasien dengan status PDP sejak beberapa pekan terakhir. Kendati demikian, Deden menyampaikan, saat ini kondisi tenaga medis tersebut sudah berangsur membaik.
“Keadaannya sekarang sudah membaik, kemarin sempat dirawat satu minggu tapi saya sudah dapat beritanya dia sudah membaik,” pungkasnya. (Agus)
















































































































Discussion about this post