“Kita terus kemas setiap hari, komoditinya lengkap kita langsung kemas, untuk barang dan dus semua didropping dari provinsi dari Pak Ridwan Kamil, kita hanya tinggal kemas dan kirim ke kantor pos,” ujar dia.
Dadan Irawan mengatakan, jumlah tersebut selalu berubah-ubah. Hal ini menjadi kesulitan tersendiri bagi pihaknya termasuk bagi pemerintah daerah Kabupaten Indramayu.
“Jadi beban tersendiri karena datanya sering berubah-ubah,” ujar dia.
Disebutkan Dadan Irawan, data di Kabupaten Indramayu awalnya berjumlah 23.680 KRTS, kemudian berubah menjadi 22.372 KRTS, berubah kembali menjadi 6.300 KRTS, dan terakhir berubah menjadi 4.536 KRTS.
Padahal, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Indramayu itu mengusulkan sekitar 40.000 KRTS ke Provinsi Jawa Barat, dengan harapan bisa meringankan beban masyarakat.














































































































Discussion about this post