Ditambahkannya, keberangkatan jamaah haji maupun umrah asal Jawa Barat ke BIJB, harus terus didorong. Karena wajar bila daerah sekitar BIJB mendapatkan dampak ekonomi positif.
“Memang saat ini dengan pandemi Covid-19, keberangkatan haji dan umrah terhambat bahkan dibatalkan. Namun harus ada persiapan matang, mengingat bisa saja tahun depan sudah kembali dibuka,” imbuhnya.
Sementara itu Rahadian Fadel Amar, ketua pelaksana sekaligus kepala cabang Garis Lurus Travel Cirebon menjelaskan, berdasarkan catatan yang ada, sejak Februari 2020 hingga sekarang sudah ada 126.079 orang jamaah umroh asal Jabar yang terdampak Covid-19.
“Sejak ditutup, kami tidak pernah lagi membuka pendaftaran untuk jamaah umroh baru. Diprioritaskan jamaah umroh yang sudah mendaftar untuk akan diberangkatkan terlebih dahulu bila nantinya sudah diperbolehkan,” ujarnya.
Kegiatan ini, lanjutnya, juga dilakukan sebagai persiapan jika ibadah umroh dibuka kembali di masa pandemi Covid-19. Apa saja yang akan dilakukan guna kelancaran perjalanan dan ibadah umrah.
“Kita juga mendorong agar travel yang menyelenggarakan umroh dan haji semuanya memiliki izin dan legalitas sehingga tidak lagi ditemukan adanya jamaah yang terlantar,” tandasnya.(gus)











































































































Discussion about this post