KOTA CIREBON, (FC).- Walikota Cirebon Nashrudin Azis, melantik Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap I sebanyak 105 orang, Senin (21/2), di Halaman Balai Kota Cirebon. Seluruh PPPK tersebut merupakan tenaga pendidikan.
Salah satu PPPK yang dilantik adalah Suwardiatna, diusianya yang sudah menginjak 52 tahun dia dingkat menjadi PPPK yang setara dengan ASN. Bersama dengan teman-temanya yang mendapatkan SK langsung dari walikota, begitu terharu setelah sekian puluh tahun menjadi tenaga honorer akhirnya diangkat menjadi ASN.
Seusai dilantik dan mendapatkan SK pengangkatan, raut wajah keceriaan terpancar dari wajah Suwardiatna. Dirinya berungkali mengucapkan rasa syukurnya akhirnya bisa mendapat posissi sebagi aparatur sipil negera untuk ketegori PPPK.
Kepada FC, Suwardiatna menunjukkan SK pengangkatannya mengaku bersyukur, akhirnya menjadi ASN dengan perjanjian kerja. Apalagi sebelum terpilih sebagai PPPK, dirinya menjadi guru honorer di MTs Al Hidayah Guppi. Penantian selama 25 tahun, selama menjadi guru honorer di sekolah swasta tersebut, dirinya mengajar pelajaran PPKn (pendidikan pancasila dan kewarganegaraan).
Suwardiatna menjelaskan dirinya menjadi guru honor sejak tahun 1995 dan mengajar di MTs Al Hidayah GUPPI. Begitu ada tes seleksi P3K dirinya mencoba mengikuti seleksi dan akhirnya lolos menjadi ASN PPPK.
Selama menjadi guru Honorer, Suwardiatna mengakui honornya sebelum ada dana BOS, honor yang diterimanya pas-pasan, yakni dibawah Rp500 ribu per bulan. Dengan sekarang menjadi P3K, dirinya berharap taraf kehidupannya menjadi lebih baik lagi.
“Berdasarkan SK, saya ditempatkan di di SMPN 7 mengajar pelajaran PPKn,” terangnya.
Diusianya 52 tahun ini, dirinya mengucapkan terimakasih kepada Pemkot Cirebon, karena bisa mengangkat guru-guru yang. “Saya nikmati dan saya syukuri. Mudah mudahan teman-teman yang masih saya yang lain yang belum diangkat bisa segera diangkat,” haraapnya.
Sementara usai pelantikan Azis mengatakan, pelantikan PPPK ini merupakan program yang sudah dirintis dan dipersiapkan oleh Pemkot Cirebon dalam rangka memberikan kesempatan kepada para honorer di sekolah.
“Mereka sudah mengabdi di masyarakat, sekarang mereka mengabdi melalui jalur PPPK,” ungkap Azis.
Azis menjelaskan, PPPK yang dilantik telah melalui serangkaian proses seleksi sejak 2021 lalu. Diakuinya, kebutuhan pegawai di lingkungan Pemda Kota Cirebon terbilang banyak.
“Tapi kita juga menyesuaikan kemampuan keuangan daerah dalam menentukan kuota rekrutmen PPPK. Meskipun memang kebutuhannya banyak,” katanya.
Ditambahkan Azis, jangan sampai rekrutmen PPPK dengan jumlah banyak, tapi justru APBD tidak bisa mencukupi pembiayaan gaji mereka.
“Makanya kita dahulukan yang prioritas untuk dilantik, yaitu mereka yang sudah terdaftar di Dapodik (Daftar Pokok Pendidikan),” tuturnya.
Pemda Kota Cirebon juga berencana akan menambah pegawai melalui jalur PPPK kembali, tetapi tidak hanya tenaga pendidik, melainkan untuk perangkat daerah lainnya.
“Tapi tetap orientasi kita adalah seberapa kemampuan APBD dalam membayar gaji mereka,” katanya
Azis berpesan kepada seluruh PPPK yang dilantik agar bisa bersyukur atas capaian status kepegawaian yang didapat. Cara bersyukur yang terpenting ialah dengan menunjukkan kinerja terbaik.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Cirebon, Sri Lakshmi Stanyawati mengatakan, kebutuhan pegawai sebanyak 138 orang. Pada tahap I sudah tercukupi 105 orang. Selebihnya akan direkrut melalui tahap II dan III.
“Tahap II nanti 26 orang dan tahap III hanya tujuh orang. Kalau tahap II tinggal menunggu persetujuan dari BKN. Kalau tahap III menunggu seleksi dari pemerintah pusat,” tuntasnya. (Agus)















































































































Discussion about this post