MAJALENGKA, (FC).- Perajin tahu dan tempe di Kabupaten Majalengka, melakukan mogok produksi selama tiga hari ke depan.
Aksi ini merupakan bentuk protes gara-gara harga kedelai yang melonjak. Seperti yang terlihat di sejumlah tempat produksi tempe dan tahu di Desa Cisambeng, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, Senin (21/2).
Pantauan awak media, para pengusaha produksi tempe maupun tahu saat didatangi sedang bersantai di dalam rumah.
Biasanya, mereka sedang berada di tempat produksi yang berada di belakang rumahnya.
“Ya karena kenaikan harga kedelai, saya ikut mogok massal untuk tidak produksi dulu selama tiga hari,” ujar Uri Jamuri, perajin tahu di Desa Cisambeng, Kecamatan Palasah, Senin (21/2).
Kendati diminta mogok selama tiga hari, Uri mengaku sudah tidak produksi sejak hari minggu kemarin. Jika produksi dirinya bisa menghasilkan tiga karung tahu atau 1,5 kwintal perhari.
“Saya harap di mogok ini bisa menurunkan harga kedelai. Sehingga, bisa produksi lagi,” ucapnya.
Sama halnya dengan Uri, Inah perajin tempe di desa yang sama juga mengakui hal yang sama.
Dirinya sejak kemarin tak berproduksi tempe akibat harga kedelai yang naik pesat. Padahal, sebelumnya harga kedelai masih dikisaran Rp 9 ribu per kilogramnya.
“Saya mendapatkan surat untuk tidak produksi dulu, ya gapapa. Saya hitung-hitung istirahat saja. Bentuk protes juga karena harga kedelai naik,” jelas perempuan berusia 62 tahun itu.
Dampak mogok produksi pun, membuat Inah harus meliburkan lima karyawannya. Dimana, upah setiap harinya tetap harus dibayar.
“Ya rugi sih sebenarnya, karena tidak produksi tapi saya tetap bayar upah karyawan. Ya semoga saja berdampak ke turunnya harga kedelai,” katanya.
Sementara, menurut emak-emak yang berhasil ditemui di Pasar Sindangkasih Cigasong Majalengka, Ema mengaku kesulitan mencari tempe.
Ia yang sering mengkonsumsi makanan yang berbahan dasar kedelai itu harus ke sana kemari mencari tempe.
“Biasanya selalu ada, tapi tadi saya gak nemu. Di tempat langganan juga katanya gak ada, karena tempat membuat tempe nya gak produksi,” ujar Ema.
Sebagai informasi, harga kedelai bagi perajin berada di rentang Rp 11.000-12.000 per kilogramnya.
Padahal, harga kedelai pernah berada di rentang harga Rp 5.000-10.000 per kilogram. (Munadi)















































































































Discussion about this post