KOTA CIREBON, (FC).- Sebelas hari pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Cirebon, terlihat masih belum memenuhi target atau belum optimal. Salah satu faktornya kesadaran masyarakat yang masih rendah.
Demikian diungkapkan Walikota Cirebon Drs H Nashrudin Azis SH seusai memimpin rapat pembahasan penyampaian penanganan Covid-19, evaluasi pelaksanaan PSBB dan jaring pengaman sosial di Ruang Adipura Kencana, Balaikota Cirebon, Sabtu pagi (16/5).
“Masyarakat masih memikirkan dirinya sendiri, tanpa memperhatikan kondisi saat ini sedang pandemi Covid-19,” ungkapnya.
Menurut walikota dua periode ini, badan dunia kesehatan atau WHO, mentargetkan selama PSBB pembatasan aktivitas masyarakat diluar rumah harus tidak lebih dari 30 persen.
Namun kenyataannya, masih banyak masyarakat yang berada diluar rumah, walaupun tidak banyak seperti hari biasanya.
“Lumayan, jalanan tidak terlalu padat. Tapi ini belum optimal, paling tidak tanda-tanda pengurangan aktivitas sudah ada,” cetusnya.
Mengingat hal tersebut, pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh pemberlakuan PSBB.
Evaluasi diperlukan sebagai landasan apakah kebijakan PSBB yang berakhir 19 Mei mendatang ini akan dilanjutkan atau dihentikan.
Bila nanti dalam evaluasi terbukti kurang efektif, dalam menekan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19, maka kemungkinannya opsi PSBB bisa diperpanjang.
Sebaliknya, bila PSBB yang diberlakukan berhasil menekan angka positif Covid-19, maka cukup atau tidak perlu diperpanjang.
“Nanti bila PSBB ini dihentikan, kita akan melanjutkan pola-pola lain. Agar masyarakat selalu memperhatikan protokol kesehatan Covid-19 ini. Akan dibahas dengan Gugus Tugas Covid-19 Kota Cirebon,” ucapnya. (Gus)















































































































Discussion about this post