MAJALENGKA, (FC,).- Kepedulian terhadap masyarakat Kabupaten Majalengka yang saat ini terkena dampak covid 19, yang dilakukan oleh politisi PDI Perjuangan Maruarar Sirait atau biasa di sapa Bang Ara mendapat apresiasi dari sejumblah kalangan.
Kepeduliannya terhadap para kader partai yang telah menghantarkannya menjadi wakil rakyat di senayan selama 15 tahun, menarik sejumlah tokoh masyarakat Majalengka angkat bicara.
Seperti disampaikan H. Tete Sukarsa, pria asal Desa Ciborelang Kecamatan Jatiwangi ini merasa salut dan angkat topi atas kepedulian yang dilakukan oleh Bang Ara.
Walau sudah tidak menjabat anggota DPR RI lagi, namun sifat kepekaannya terhadap masyarakat dan kadernya seperti memberikan bantuan paket sembako masih terus dilakukan.
“Saya salut kepada Bang Ara, walaupun beliau tidak lagi menjadi wakil rakyat namun sikap dan kebaikannya masih terus dicurahkan untuk masyarakat dapil SMS, khususnya untuk masyarakat Majalengka,” ujar Tete Sukarsa, saat ditemui FC di rumahnya usai memberikan paket sembako kepada warga sekitar, Minggu (17/5).
Masih dikatakanya, walau Bang Ara bukan pribumi bahkan non muslim, namun beliau tidak pernah membeda-bedakanya. Semua elemen masyarakat dirangkul, sehingga semuanya berbuah manis dengan dipercayanya beliau menjadi anggota DPR RI dari PDIP selama tiga periode berturut turut sejak 2004 – 2019.
“Jujur ini jarang terjadi, padahal masyarakat Subang Majalengka Sumedang mayoritas muslim. Namun Bang Ara bisa meraih hati masyarakat, bahkan perolehan suara di setiap pileg saat itu suaranya tertinggi dibanding dengan suara caleg pribumi,” ucap mantan Ketua DPD PAN Majalengka, yang juga pernah mendaftar menjadi Balon Bupati dalam penjaringan di PDIP di pilkada lalu.
Diakui Tete, secara personal dirinya tidak akrab dengan putra sulung politisi senior Sabam Sirait, hanya sepak terjang dari Bang Ara sedikit banyak mengetahui.
Beliau politisi muda yang handal serta selalu mengedepankan kebersamaan dengan kader arus bawah. Sehingga masyarakat di sini menerima kehadirannya serta mendukung untuk dijadikan wakil rakyat di senayan selama tiga periode berturut turut.
“Jadi benar apa yang di katakan Bang Ara, bahwa dirinya menemukan Pancasila di bumi Sindangkasih. Karena masyarakat Majalengka yang nota bene agamis namun tetap membuka ruang berkarya untuk siapa saja tanpa membedakan suku, ras dan agamanya.” pungkas pengusaha Pemilik Karya Waluya Group.
Lebih jauh Tete berharap sikap kepedulian Bang Ara perlu diikuti oleh wakil rakyat yang saat ini masih menjabat, semua harus mempunya budaya malu. Karena bangsa yang baik adalah bangsa dimana masyarakatnya tidak pernah melupakan sejarah atau jasmerah (Jangan sekali kali melupakan sejarah).
“Yang mantan wakil rakyat saja masih tetap peduli, masa mereka mereka yang saat ini masih memangku jabatan tidak peka terhadap masyarakat yang saat ini terpuruk akibat adanya pandemi covid 19.” Pungkas Tete. (Munadi).














































































































Discussion about this post