KUNINGAN, (FC).- Menyesuaikan situasi pandemi Covid-19 saat ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan fokus menjalankan program penguatan cadangan dan ketersediaan pangan.
Program itu bertujuan untuk menggenjot produksi dan produktivitas terutama tanaman pangan.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Ukas Suharfaputra saat diwawancara FC.
Menurut Ukas, ada tujuh komoditas utama yaitu Padi, Kedelai, Kacang Tanah, kacang Hijau, Jagung, Ubi Kayu dan Ubi Jalar,yang diperkuat dengan tumpuan utama adalah Padi.
“Ini selaras dengan situasi sekarang dan sinyalemen dari pemerintah pusat bahwa kita harus bersiap-siap antisipasi ancaman krisi pangan,” ujar Ukas
Namun untuk Kuningan, menurutnya tidak perlu khawatir. Sebab Kuningan memiliki kekuatan basis lahan yang cukup memadai, Kabupaten Kuningan tidak perlu mencetak sawah baru, cukup dengan memanfaatkan potensi.
“Hanya saja perlu ditingkatkan intensitasnya.
Indeks tanam yang tadinya dua kali menjadi tiga kali, sawah yang tadinya dua kali tanam menjadi tiga kali,” ujar Ukas
Kemudian yang kedua, lanjut Ukas, yaitu dengan memanfaatkan lahan-lahan nganggur. Banyak tersedia lahan-lahan nganggur meliputi tegalan 19.000 Ha, huma 9000 Ha, dan sawah yang masih iddle sekitar 750 Ha.
“Belum lahan kering yang di bawah kewenangan Perhutani seluas 24.000 Ha. Nanti kita coba inventarisir dan kita dorong aktivitas produksinya agar meningkat,” lanjut Ukas.
Untuk itu, salah satu program yang sedang dijalankan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan adalah Program Gurih (Guyur Benih), yaitu program untuk menyediakan benih dari berbagai jenis lalu disebar kepada masyarakat agar ditanam ke lahan masing-masing.
“Ini bisa dibilang Bansos Benih, caranya usul ke Dinas Pertanian yang penting berbasis kelompok tani. Bahkan sedang diusahakan kalau memungkinkan secara aturan bahkan yang bukan kelompok pun akan kita bantu, saat ini masih berbasis kelompok tani,” tambahnya.
Dalam situasi pandemi Covid-19 ini, Ukas menyoroti profesi petani saat ini termasuk profesi yang paling survive saat ini.
“Bayangkan kalau saat ini para Petani memproklamirkan diri mulai hari ini saya tidak menjual apa-apa, saya mau buat makan sendiri, yang tidak bertani pasti bingung, mereka paling survive,” pungkasnya. (Bambang)















































































































Discussion about this post