INDRAMAYU, (FC).- Naiknya status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Indramayu yang semula berada di level 2 menjadi level 3, dikarenakan adanya peningkatan kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19, menjadi perhatian pemerintah daerah.
Pemerintah Daerah pun akan melakukan rapat dengan unsur forkopimda terkait penyebaran Covid-19, termasuk proses kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM).
Hal ini seiring banyaknya siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19 di berbagai sekolah yang ada di Kabupaten Indramayu.
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indramayu, Wawan Ridwan mengatakan, ada sekitar belasan sekolah dari berbagai tingkatan yang siswanya terkonfirmasi positif Covid-19.
“Kalau puluhan tidak sampai, tapi ada belasan sekolah,” ujarnya, Senin (21/2).
Wawan Ridwan menyampaikan, atas kejadian tersebut pihaknya berinisiatif untuk mengusulkan kembali pembelajaran jarak jauh (PJJ) di sekolah-sekolah.
Usulan tersebut saat ini masih dikaji dan akan diteruskan kepada Bupati Indramayu selaku Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten untuk penentuan kebijakan selanjutnya.
Lanjut Wawan Ridwan, mengingat anak-anak menjadi kelompok masyarakat yang rentan terpapar Covid-19.
Alasan lain dikajinya kembali PJJ ini, sehubungan dengan status Kabupaten Indramayu yang saat ini berada di PPKM Level 3.
“Penyebaran di sekolah juga turut menyumbang lonjakan kasus Covid-19 yang saat ini kembali melonjak di Indramayu,” ujar dia.
Sebelumnya, Penyebaran Covid-19 di kabupaten Indramayu mulai kembali menyerang lingkungan sekolah, kali ini , Kasus penyebaran Covid-19 ini ditemukan di SMA Negeri 1 Indramayu, ada sebanyak 3 siswa yang positif Covid-19.
Pihak Disdik Indramayu pun segera melakukan evaluasi untuk mengatasi temuan kasus penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah membuat Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indramayu.
Disdik Kabupaten Indramayu pun rencananya akan membahas lebih lanjut apakah Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk siswa SMP dan SD akan diberlakukan kembali atau tidak.
“Untuk SMA memang kewenangannya ada di Disdik Provinsi, tapi tidak menutup kemungkinan dari temuan itu bisa meluas ke siswa di tingkat SMP bahkan SD,” ujar Kepala Seksi Kurikulum dan Peserta Didik Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Pendi Susanto, Selasa (8/2).
Pendi Susanto menyampaikan, salah satu evaluasi ini dilakukan sebagai upaya dini agar kasus penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah tidak meluas.
Ia juga menegaskan, salah satu alasan dilakukan evaluasi itu pun, menindaklanjuti dari temuan adanya siswa positif Covid-19 di SMA Negeri 1 Indramayu.
Termasuk dari sisi penyebaran kasus Covid-19 secara nasional terutama di Kabupaten Indramayu yang sudah mulai meningkat kembali.
Adapun untuk saat ini, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kabupaten Indramayu untuk siswa SMP masih diberlakukan secara 100 persen karena berada di PPKM Level 1.
Kendati demikian, kata dia, Bupati sebagai kepala daerah menurut surat edaran dari Kemendikbud bisa membuat kebijakan dengan menurunkan kapasitas PTM menjadi 50 persen, Dengan catatan, terjadi kejadian yang mengkhawatirkan untuk kesehatan para siswa.
“Dan untuk saat ini kita masih konsolidasi dahulu dengan Satgas Covid-19 Kabupaten untuk kebijakan selanjutnya,” pungkasnya. (Agus Sugianto)















































































































Discussion about this post