MAJALENGKA, (FC).- Warga Blok Blok Menur RT 28 RW 10, Desa Ampel Kecamatan Ligung Kabupaten Majalengka, digegerkan dengan adanya pria berusia 52 tahun, tewas dengan cara melakukan gantung diri di rumahnya pada Senin (21/2).
Korban pertama kali diketahui oleh anak kandungnya yang curiga, karena semua pintu rumah tertutup, namun dari luar nampak ada sesosok orang yang menggantung di ruang tengah.
Dengan rasa penasaran, Azis (18) anak korban mendobrak pintu rumah belakang yang terkunci dari dalam. Benar saja begitu pintu terbuka mendapati sang ayah Arif Tiksianto (52) tergantung dengan sebuah tali tambang bekas ayunan bayi.
Spontanitas, Azis anak korban menjerit meminta pertolongan saudara dan tetangga.
Dalam waktu yang tidak terlalu lama, warga pun berdatangan, serta menurunkan jasad Arif Tiksianto barangkali masih ada tanda tanda kehidupan. Kejadian Gandir ini oleh warga dilaporkan langsung ke Pemdes setempat agar ditindak lanjuti sebagaimana mestinya.
Kades Ampel HR.Opendi, begitu menerima informasi ada warganya yang tewas akibat Gandir langsung menghubungi Polsek Ligung dan langsung disambungkan ke tim INAFIS Polres Majalengka.
Tak berapa lama tim INAFIS dari Polres Majalengka bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Ligung tiba di lokasi dan langsung melakukan pemeriksaan dan olah TKP.
“Ya, kami menerima informasi adanya warga tewas Gandir pada Senin siang sekitar pukul 10.30 WIB, kami langsung meluncur ke TKP sembari menunggu tim medis dan aparat kepolisian. Terkait penyebabnya kami sendiri tidak tahu, silakan saja bertanya kepada polisi dan tim medis,” ujar Kades Ampel HR.Opendi.
Masih dikatakan Mama Deri, sapaan akrab Kades Ampel, dirinya merasa prihatin atas kejadian ini. Apalagi korban meninggalkan dua orang anak, yang satu diantaranya perempuan masih duduk di kelas 2 SD.
Mama Deri berharap korban mendapat tempat terbaik serta keluarga sabar dan tabah dalam menerima musibah ini.
Ditempat yang sama, Kapolres Majalengka AKBP Edwin Affendi didampingi Kapolsek Ligung AKP Yayat Hidayat, menegaskan bahwa korban meninggal murni tewas gantung diri. Hal ini berdasarkan kesaksian anak korban dan tetannga dekat serta barang bukti yang didapat.
“Hasil olah TKP yang dilakukan tim INAFIS Polres Majalengka tidak diketemukan tanda tanda kekerasan, korban dipastikan tewas akibat Gandir. Terkait penyebabnya masih dalam proses penyelidikan. Barang bukti yang didapat di TKP adalah, kursi plastik berwarna hijau untuk injakan korban melakukan Gandir, tambang yang sudah terputus, dan Sajam sejenis arit yang digunakan oleh kakak ipar korban bernama Didi untuk memutus tali menurunkan korban,” pungkas Kapolsek Yayat.
Sedangkan tim medis dari Puskesmas Ligung dr.Abdul Malik Kahin yang melakukan pemeriksaan korban, menyebut korban meninggal akibat kehabisan napas tersumbat semacam tercekik tali, dan dari kemaluan korban ada cairan semacam sperma yang kemungkinan keluar akibat menahan sakit, dari pemeriksaan luar tidak diketemukan tanda tanda bekes kekerasan,” ujar dr Malik.
Masih dikatakannya, dari ciri ciri yang didapat diatas, korban meninggal dugaan sementara akibat gantung diri atau Gandir, karena hasil pemeriksaan luar tidak diketemukan bekas tanda tanda kejerasan.
“Terkait kenapa dan mengapa Gandir, itu semua bukan ranah kami sebagai tim medis, silakan bertanya kepada pihak kepolisian,” pungkas dr Abdul Malik singkat.
Informasi yang di dapat FC dil apangan, Korban bernama Arif Tiksianto, diduga depresi akibat ditinggal sang istri setahun lalu. Menurut tetangga sekitar, korban sering melamun, bahkan sering lupa pulang kerumahnya sendiri.
Kedua anaknya yang baru lulus sekolah setingkat SLTA yakni bernama Azis dan anak perempuan yang masih duduk di kelas 2 SD pasca ibunya bernama Sarniti meninggal setahun lalu diurus oleh pamannya.
Sebelum kejadian Gandir, korban sempat pulang ke desa asalnya yakni di Blitar.
“Namun entah kenapa tadi pagi warga disini kaget, Korban Arif Tiksianto diketemukan tewas dalam posisi tergantung di seutas tambang plastik berwarna biru diruang tengah rumahnya,” ujar warga setempat yang memohon namanya jangan dipublis. (Munadi)















































































































Discussion about this post