KAB. CIREBON, (FC).- Potensi bencana alam di Kabupaten Cirebon sangat tinggi, dari mulai pohon tumbang, angin puting beliung, longsor, banjir dan lainnya. Bahkan, saat ini Kabupaten Cirebon masih berada dalam zona merah bencana alam. Namun, kuota bantuan berupa paket makanan siap saji untuk warga terdampak bencana justru berkurung hingga 50 persen.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cirebon, Iis Krisnandar melalui Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos), H Eman Sulaeman menyampaikan, untuk tahun 2022 ini pihaknya mendapatkan kuota logistik untuk korban bencana sebanyak 2000 paket. Padahal, jumlah bantuan pada tahun sebelumnya yang disalurkan Dinsos sebanyak 4000 paket.
Itu artinya, kata dia, ada penurunan jumlah bantuan yang siginfikan. Namun, Eman mengaku tidak tahu pasti alasan penurunan kuota bantuan yang didapat Dinsos Kabupaten Cirebon. Padahal kenyataan di lapangan, ketika terjadi bencana besar, jumlah bantuan sebanyak 2000 itu jauh dari mencukupi. Karena, baik korban, relawan sampai petugas di lapangan juga harus ada konsumsi.
“Tahun ini kita mendapatkan (kuota bantuan, red) untuk 2000 orang. Ada pengurangan, mungkin karena pandemi, yang jelas tahun kemarin untuk 4000 orang sekarang hanya 2000 orang setahun anggaran. Kalau melihat korban bencana yang dulu-dulu, rata-rata diatas 10 ribu korban atau yang terdampak bencana,” ujar Eman, kemarin.
Menurut Eman, untuk awal tahun 2022 saja, pihaknya sudah menyalurkan logistik untuk warga terdampak bencana banjir di Desa Mekarsari dan Gunungsari sebanyak 200 paket. Beruntung, Dinsos Kabupaten Cirebon juga memiliki sumber bantuan logistik lain, yakni dari Kemensos RI seperti makanan siap saji, selimut, pakaian anak dan makanan yag bisa diberikan pada saat penyaluran bantuan.
Kendati demikian, jika dalam kondisi darurat hingga harus menyalurkan bantuan dalam jumlah lebih banyak, Dinsos Kabupaten Cirebon bisa menggunakan anggaran Bantuan Tak Terduga (BTT) melalui BPBD Kabupaten Cirebon.
Selain menyalurkan bantuan bagi korban bencana alam, lanjut Eman, Dinsos juga menyalurkan bantuan bencana sosial. Tahun kemarin, Dinsos menyalurkan bantuan untuk 8 korban kecelakaan kapal laut. Nilai bantuan yang diberikan sebesar Rp 15 juta per korban. Bantuan tersebut diberikan, setelah Dinsos menerima pengajuan dari ahli waris yang kemudian diteruskan ke Kemensos RI.
“Jadi, penanganan bencana alam di Kabupaten Cirebon sesuai tupoksi ada di Dinsos, yaitu perlindungan sosial korban bencana alam maupun korban bencana sosial. Kami di bidang perlindungan jaminan sosial sudah ada anggarannya khusus untuk korban baik korban pengungsi maupun korban bencana alam,” pungkasnya. (Ghofar)















































































































Discussion about this post