KUNINGAN, (FC).- Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 77 berjalan dengan khidmat dan lancar, di Stadion Mashud Wisnusaputra, Rabu (17/8).
Upacara tersebut, Bupati Kuningan Acep Purnama bertindak sebagai inspektur Upacara, hadir pula Wakil Bupati Kuningan Ridho Suganda, Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy, Kapolres Kuningan AKBP. Dhany Aryanda , Dandim 0615 Kuningan, Letkol Inf. Bambang Kurniawan, Kepala Kejaksaan Negeri Kuningan, Dudi Mulyakusumah, Sekda Kuningan, H. Dian Rachmat Yanuar, dan tamu undangan lainnya.
Peserta upacara sendiri menghadirkan para pelajar dari semua tingkatan mulai dari SD hingga SMA/SMK, Organisasi kepemudaan, ASN, Satpol PP, TNI dan Polri.
Usai pengibaran bendera, Bupati Kuningan, Acep Purnama mengatakan tahun ini, kita memperingati hari kemerdekaan nasional yang ke-77, dengan tema “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat” sebagai bentuk seruan agar bisa bangkit bersama dari pandemi covid-19 yang sudah melanda dua tahun terakhir.
“Hari ini, saudara-saudariku, adalah bukti bahwa kita jauh lebih tangguh dari semua tantangan, lebih berani dari rasa ragu dan lebih kuat daripada rintangan. kita tidak hanya mampu melewati, tetapi berdiri di garis depan untuk memimpin pemulihan dan kebangkitan,” ungkap Acep.
Kebangkitan ini, lanjut Acep, ditandai dengan semua perubahan positif yang diusung bersama-sama dari berbagai bidang, pendidikan, kesehatan, pariwisata dan ekonomi.
Tidak hanya dirasakan oleh masyarakat di indonesia, tetapi sudah digaungkan sampai ke negara-negara lain melalui presidensi indonesia di Konferensi Tingkat Tinggi G20. tahun ini membuktikan diri bahwa tidak lagi hanya menjadi pengikut, tetapi pemimpin dari gerakan pemulihan dunia.
Disamping itu, masih Acep, pemerintah kabupaten kuningan telah mencanangkan visi dan misi kuningan MAJU (makmur, agamis, pinunjul) berbasis desa tahun 2023. tetapi karena hantaman covid-19 yang datang secara tiba-tiba membuat untuk fokus kepada penanganan kesehatan terlebih dahulu.
“Tetapi meskipun begitu, geliat pembangunan di kabupaten kuningan tidak pernah berhenti walau sesaat. hal tersebut terbukti dengan selesainya pembangunan proyek infrastruktur guna menopang kemajuan ekonomi jangka panjang di kabupaten yang kita cintai,” jelas Acep.
Dikatakan Acep, bahwa Bendungan kuningan telah selesai dibangun, memiliki kapasitas 25,9 juta meter kubik dengan mampu mengairi areal persawahan seluas 3.000 hektare yang berfungsi untuk mengendalikan banjir, meningkatkan ketahanan air, menyediakan air baku hingga menjadi sumber tenaga listrik.
Jalan lingkar timur telah selesai dibangun yang berfungsi mengurangi beban lalu lintas dan menekan angka kecelakaan. Dengan begitu, arus lalu lintas baik manusia maupun barang akan semakin cepat, ekonomi akan semakin bergerak.
Jalan lingkar pun akan dilanjutkan dengan pembangunan jalan lingkar selatan yang saat ini sudah memasuki tahap persiapan. Melintang sepanjang 10,8 km dimulai dari desa ancaran sampai dengan kadugede dengan harapan arus lalu lintas baik barang ataupun jasa dapat semakin melaju tanpa hambatan.
Begitupun di sektor pariwisata, lanjut Acep, dimana investasi telah dibuka dengan lebar sehingga pemanfaatan sumber daya alam untuk keperluan pariwisata dapat digali potensinya dengan baik.
Penyerapan tenaga kerja mulai terserap, ekonomi semakin bertumbuh. sektor pertanian telah dibangun JUT (jalan usaha tani) dan perbaikan irigasi di seluruh wilayah di kabupaten kuningan dengan harapan terwujudnya ketahanan pangan.
“Selain berfokus pada pembangunan fisik, pemerintah kabupaten kuningan juga memandang perlu akan peningkatan kualitas sumber daya manusia. untuk itu, pemerintah kabupaten kuningan senantiasa konsisten dalam upaya peningkatan SDM, baik melalui penanaman keagamaan, peningkatan pelayanan pendidikan, serta peningkatan pelayanan kesehatan,” jelas Acep.
Dibidang pendidikan, disampaikan Acep, kita telah mencetak 89 guru penggerak yang hadir dalam rangka reformasi pendidikan yang cepat, tepat dan akurat menuju kuningan sebagai kabupaten pendidikan tahun 2025.
Kemudian, dibidang kesehatan, telah suksesnya capaian pemberian vaksin hingga dosis ke 3 sehingga kabupaten kuningan masuk zona resiko rendah penularan covid-19. Juga telah dibentuknya konvergensi percepatan penurunan stunting melalui program bapak asuh guna akselerasi agar kuningan bebas stunting. dan pemerintah kabupaten kuningan telah menerima penghargaan dari kementrian kesehatan atas kesuksesan penanganan eradikasi frambusia, yaitu kulit menular menahun yang kambuhan.
Hal tersebut adalah upaya bagi semua, agar sumber daya manusia di Kabupaten Kuningan menjadi sumber daya manusia yang unggul.
“Mari kita jadikan momentum peringatan detik-detik proklamasi ini sebagai refleksi, mendorong terobosan agar bangsa kita bisa melesat lebih tinggi, bergerak lebih cepat, melangkah dengan kuat. sehingga kita tidak ketinggalan dari bangsa lain di pentas global,” kata Acep.
Menurut Acep, langkah sudah semakin serentak, sudah semakin cepat. namun belum pernah sampai ke garis akhir. Maka, tidak ada alasan untuk berhenti bergerak meski sejenak. ke depan, masih akan ada angin yang kencang dan ombak yang jauh lebih besar, serta rintangan yang jauh lebih tinggi. dan akan terus memegang kendali untuk semangat perubahan.
“Hari ini, saya mengajak masyarakat kabupaten Kuningan untuk mengencangkan ikat pinggang, memupuk rasa persaudaraan dan persatuan. “sareundeuk saigel sapihanean” karena dengan bersatu dan bekerja sama kita dapat bangkit, semakin pulih memimpin perubahan, menuju kuningan MAJU (makmur, agamis, pinunjul berbasis desa),” ungkap Acep. (Ali)
















































































































Discussion about this post