MAJALENGKA, (FC).- Kelangkaan minyak goreng di Kabupaten Majalengka masih terjadi hingga kemarin. Kelangkaan minyak goreng mulai terjadi di wilayah Kabupaten Majalengka, setelah pemerintah mensubsidi harga penjualan sehingga harganya lebih murah dari sebelumnya.
Diduga kelangkaan minyak goreng yang mulai terjadi sejak awal Februari tersebut akibat ada oknom atau pihak yang melakukan penimbunan.
Dari pantauan, kekosongan stok minyak goreng tak hanya terjadi di mini market atau ritel. Salah satu kebutuhan pokok masyarakat itupun sulit diperoleh dari pedagang pasar tradisional ataupun toko kelontongan.
Menurut pedagang di pasar tradisional Maja, ketersediaan minyak goreng masih belum seperti semula, ketika harga minyak kemasan satu liter masih berada di kisaran harga Rp19 ribu sampai Rp20 ribu.
“Kosong, sudah mulai kemarin saya tidak jualan karena belum ada pengiriman,”ujar Asep pedagang kelontong di Pasar Maja, Kamis (17/2).
Pedagang lainnya di pasar milik Pemerintah Desa Maja, Kecamatan Maja juga mengungkapkan hal serupa.
“Barangnya kosong, coba di toko yang lain mungkin masih ada,” kata Marni pedagang lainnya. Kekosongan minyak goreng juga terjadi di Pasar Sindangkasih Kecamatan Cigasong.
Penjual di pasar milik Pemkab Majalengka mengaku tak memiliki stok minyak goreng dengan harga yang sudah disubsidi oleh pemerintah.
Minyak goreng juga tidak tersedia di mini market. Petugas mini market di wilayah Kecamatan Maja ataupun Majalengka mengatakan bahwa stok minyak goreng kosong.
Tidak tersedianya minyak goreng juga dikatakan oleh Ade. Menurut salah pemilik toko grosir di Kecamatan Majalengka ini, pasokan minyak goreng sebenarnya lancar.
“Kalau pasokan sih tidak ada masalah, tapi ya itu cepat sekali terjual. Sekarang stok ditempat saya sudah habis,”ucapnya.
Dengan kondisi seperti itu, Ade menduga kemungkinan ada praktek penimbunan.
“Saya menduga ada yang menimbun, karena kalau kiriman sih khususnya ke tempat saya lancar-lancar saja, dan lakunya juga cepat,”ujarnya.
Dugaan ada penimbunan minyak goreng juga diungkapkan sejumlah warga di Kota Angin.
Seperti dikemukan oleh Wandi. Warga Kelurahan Majalengka Wetan ini menduga ada oknom yang menimbun minyak goreng sehingga menjadi langka.
”Setiap saya tanya pada penjual ataupun petugas di mini market mereka mengatakan kiriman dari pabrik lancar, tapi kenyataanya sampai hari ini warga kesulitan untuk membelinya,”kata dia.
Iapun berharap pemerintah ataupun pihak terkait segera bertindak cepat agar masyarakat tidak lagi kerepotan memenuhi kebutuhan minyak goreng.
“Kelangkaan minyak goreng inikan sudah hampir dua minggu, dan sampai sekarang seperti tidak ada tindakan apa-apa dari pemerintah ,”tukasnya. (Munadi)















































































































Discussion about this post