INDRAMAYU, (FC).- Sidang Paripurna lanjutan hak interpelasi DPRD terhadap Bupati Indramayu disepakati dilakukan perbaikan untuk kemajuan Kabupaten Indramayu ke depan.
Perihal itu terungkap dalam Rapat Paripurna Penyampaian Penjelasan Bupati Terhadap Pertanyaan Hak Interpelasi DPRD di gedung DPRD Indramayu, yang berlangsung di gedung Utama DPRD Indramayu, Kamis (17/2).
Agenda rapat paripurna yang diagendakan pukul 09.00 WIB ini sempat molor beberapa jam karena Bupati Indramayu belum hadir, rapat paripurna kemudian dilaksanakan pukul 14.00 WIB dan dihadiri langsung Bupati Indramayu Nina Agustina.
Dalam rapat tersebut, Wakil Bupati Indramayu, Lucky Hakim tidak hadir lantaran terjangkit Covid -19, sehingga tidak bisa memenuhi undangan sidang paripurna hak interpelasi DPRD Indramayu.
Seperti diketahui, sebelumnya agenda sidang paripurna hak interpelasi DPRD ini tidak dihadiri Bupati dan wakil Bupati Indramayu dan hanya dihadiri Sekertaris Daerah (Sekda).
Sementara itu, Dalam rapat paripurna, Bupati Indramayu, Nina Agustina ditanya perihal tata kelola pemerintahan, maupun kebijakannya terkait penataan dan pengelolaan BUMD. Termasuk hubungannya dengan Wakil Bupati Indramayu, Lucky Hakim.
Nina pun menjawab pertanyaan pertanyaan dari anggota DPRD Indramayu dan akan melakukan perbaikan-perbaikan apabila dalam kepemimpinannya terjadi kesalahan.
“Pada prinsipnya saya komitmen tentang prestasi dan kompetensi ,tapi adapun saya menyalahi aturan dalam rekrutmen dan rotasi, manusia itu pasti ada kesalahan, tapi saya ucapkan terimakasih atas masukannya,” ungkapnya.
Sementara itu, Nina juga mengungkapkan, hubungannya dengan wakil bupati diibaratkan seperti pasangan yang berumah tangga. Jika ada masalah, maka solusinya adalah komunikasi yang baik.
“Namanya saya dengan wakil bupati seperti orang rumah tangga. Pastinya ada sesuatu hal yang mungkin sedikit miss komunikasi,’’ tutur Nina.
Nina mengaku telah bertemu secara langsung dengan Lucky Hakim pada Senin (14/2). Dia menilai, komunikasi sangat penting dalam menyelesaikan permasalahan yang ada.
“Saya tanya kita mau bagaimana? Karena bagaimanapun kita adalah satu paket yang harus diselesaikan sampai akhir, dan ini adalah tanggung jawab kita bersama. Jangan sampai di tengah jalan ada masalah. Kalau ada yang tidak nyaman, cuma satu, harus dikomunikasikan,’’ tegas Nina.
Ditemui usai rapat, Nina menegaskan, semua masalah pasti ada solusinya dan apapun bisa diperbaiki. Eksekutif dan legislatif merupakan mitra yang sejajar sehingga dibutuhkan sinergi di antara keduanya.
Nina menyatakan, kedua pihak bisa saling mengingatkan untuk kepentingan Indramayu yang lebih baik lagi. Selain itu, kedua pihak juga tidak saling mengedepankan ego masing-masing.
“Kalau kita bicara kesalahan, memang saya sudah mengakui ada suatu kesalahan yang saya sebagai kepala daerah tidak teliti. Tapi kedepannya, kita mencari solusi, tidak mencari kesalahan kebelakang,’’ cetus Nina.
Ketua DPRD Indramayu, Syaefudin menegaskan, semangat yang dikedepankan dalam interpelasi itu adalah semangat perbaikan. Pemerintah bersama DPRD saling mengingatkan dan menasehati dalam kebaikan. “Barangkali ada kekurangan, sama-sama kedepan diperbaiki,’’ kata Syaefudin. (Agus Sugianto)















































































































Discussion about this post