KUNINGAN, (FC).- Puskesmas Garawangi pada Kamis (28/1) menjadi tempat bersejarah sebagai tempat dilaksanakan peluncuran Vaksinasi Covid -19 tahap pertama di Kabupaten Kuningan.
Pelaksanaan vaksinasi perdana dilakukan secara simbolis kepada 10 orang VVIP. Namun hanya 5 orang VVIP yang ikut imunisasi Covid -19, dan sebagian lagi diwakilkan karena alasan kesehatan.
Awalnya, Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy yang terdaftar VVIP hadir untuk divaksin. Tapi ternyata tidak direkomendasikan, sebab usai sudah lewat dari 59 tahun (59 tahun lebih 10 bulan).
Kemudian Ketua TP PKK Kuningan Hj. Ika SIti Rahmantika juga tidak jadi divaksin karena saat screening sebelum penyuntikan vaksin diketahui tensinya sedang tinggi.
Lalu Kapolres Kuningan AKBP. Doffie Fahlevi Sanjaya juga tidak hadir dalam acara tersebut karena harus menghadiri vikon Kapolri yang baru saja dilantik belum lama ini.
Kemudian Ketua MUI pun juga sama karena faktor usia akhirnya mewakilkan. Begitu juga dengan Ketua PN Kuningan.
Sementara, Bupati Kuningan H. Acep Purnama pun sejak awal tidak terdaftar dalam VVIP suntik Vaksin Covid -19, karena faktor usia sudah melebihi 59 tahun.
Sedangkan 5 orang VVIP yang di suntik yaitu Wakil Bupati Kuningan, Dandim 0615 Kuningan, Kajari Kuningan, Kepala Kemenag, dan Kepala Pelaksana BPBD Kuningan.
Kepala Dinas Kesehatan Kuningan dr. Hj. Susi Lusiyanti menyampaikan, data sasaran hingga tiga hari kedepan akan dilaksanakan sebanyak 3.860 orang sasaran. Dan ada 327 sasaran (tenaga kesehatan) yang belum bisa divaksin pada tahap pertama.
Jumlah vaksin, lanjut Susi, sudah siap didistribusikan sebanyak 7.720 Vial dan tersedia 50 fasilitas pelayanan kesehatan yang sudah terdaftar dalam vikel dan di SK Dinas Kesehatan.
“Kami memiliki 41 orang vaksinator terdiri dari 37 orang di Puskesmas 2 orang di RSUD 45 dan 2 orang di RSU Linggarjati. Dan suntikan perdana untuk VVIP ini sebagai tauladan untuk masyarakat,” kata Susi.
Sementara Bupati Kuningan H. Acep Purnama menyampaikan vaksin yang datang ke kuningan ini untuk 2 kali penyuntikan. Sehingga nanti setelah 14 hari akan dilakukan penyuntikan yang kedua.
Acep berharap disitribusi selanjutnya bisa segera diterima, sehingga target semua masyarakat di kuningan yang berhak mendapat vaksin dapat terlayani.
“Saya pastikan vaksin ini aman dan sudah memenuhi persyaratan, mulai dari keamanan dan juga kehalalannya. Maka saya imbau masyarakat untuk mendukung program vaksinasi ini serta tidak takut untuk di vaksin,” jelas Acep.
Sementara, Wakil Bupati Kuningan H.M. Ridho Suganda merupakan orang yang pertama di vaksin menyebutkan bahwa vaksin sebagai langkah pemerintah untuk bisa menyelamatkan masyarakat.
Dan apa yang sedang dilaksanakan hari ini harus bisa menjadi contoh untuk Kabupaten Kuningan.
“Kalau ada kesempatan di vaksin ya harus diambil dan dimanfaatkan. Selain itu jeda 14 hari untuk vaksin tahap kedua dari anjuran pihak medis tetap bisa beraktivitas seperti bsa. Tapi kalau ada rasa gejolak dalam tubuh yaw ajar, karena vaksin yang baru pertama didalam tubuh,” ujar Ridho.
Sementara, dr. Deni Mustafa sebagai Tim Vaksin Kabupaten Kuningan menyampaikan target vaksin selesai hingga akhir bulan februari.
Bersamaan dengan launching ini sebanyak 15 Puskesmas yang sudah mengambil vaksin juga melakukan penyuntikan imunisasi Covid -19.
“Untuk hari ini perkiraan ada sekitar 700 Nakes yang di vaksin. Jadi kita maksimal di akhir bulan februari sudah selesai,” kata Deni. (Ali)















































































































Discussion about this post