KAB.CIREBON, (FC).- Harapan ribuan warga Blok Sadek, Desa Tawangsari, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, untuk memiliki akses transportasi yang lebih layak mulai menemui titik terang.
Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) memastikan pembangunan jembatan penghubung Jawa Barat–Jawa Tengah segera direalisasikan.
Kepastian tersebut disampaikan KDM melalui sambungan video call saat Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daerah Pemilihan Cirebon, Ono Surono, melakukan peninjauan lokasi rencana pembangunan jembatan di Blok Sadek, Rabu (15/7).
“Insya Allah jembatan ini akan segera dibangun. Kalau belum bisa tahun ini, paling lambat tahun 2026 harus terealisasi,” ujar KDM.
Rencana pembangunan jembatan tersebut menjadi kabar baik bagi sekitar 3.000 warga Dusun 3 dan Dusun 4 Blok Sadek yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan akses.
Selama ini, warga hanya mengandalkan jembatan kecil yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.
Kondisi tersebut membuat kendaraan roda empat, termasuk ambulans, tidak dapat masuk langsung ke wilayah permukiman warga.
Akibatnya, masyarakat harus menempuh jalur memutar melalui Desa Prapag dan Limbangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Kuwu Tawangsari, Rojiki, mengatakan pembangunan jembatan menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat, terutama dalam kondisi darurat kesehatan.
“Kalau ada warga sakit, ambulans tidak bisa masuk. Warga harus dibawa menggunakan motor terlebih dahulu. Perjalanannya bisa mencapai satu setengah hingga dua jam,” ungkapnya.
Menurut Rojiki, aspirasi pembangunan jembatan telah lama disampaikan kepada pemerintah. Komitmen KDM untuk merealisasikan pembangunan tersebut pun mendapat sambutan positif dari masyarakat.
“Pak Gubernur langsung menyatakan siap membangun. Masyarakat tentu sangat bersyukur karena ini sudah lama dinantikan,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan jembatan tidak hanya akan meningkatkan akses pelayanan kesehatan, tetapi juga membuka peluang ekonomi masyarakat.
Pasalnya, Blok Sadek memiliki potensi pertanian bawang dengan ratusan hektare lahan yang selama ini terkendala distribusi hasil panen akibat keterbatasan akses kendaraan.
Selain memperlancar aktivitas pertanian, jembatan tersebut juga diharapkan memudahkan anak-anak menuju sekolah, akses warga ke pasar, serta mempercepat mobilitas menuju pusat pemerintahan Kecamatan Losari.
“Jembatan ini akan membuka akses ekonomi, pendidikan, dan pelayanan masyarakat yang selama ini terhambat,” ujar Rojiki.
Sementara itu, Anggota DPRD Jawa Barat Ono Surono mengatakan, pembangunan jembatan tersebut merupakan aspirasi masyarakat yang telah lama diperjuangkan.
Usulan itu kembali disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Jawa Barat yang dihadiri Gubernur Jawa Barat.
“Persoalan ini sudah lama menjadi aspirasi masyarakat. Blok Sadek dihuni sekitar 2.800 hingga 3.000 jiwa sehingga memang membutuhkan jembatan yang bisa dilalui kendaraan roda empat,” kata Ono.
Ia menjelaskan, terdapat dua titik alternatif lokasi pembangunan yang masih dikaji. Setelah survei lapangan, Pemerintah Desa Tawangsari diminta segera menyampaikan surat resmi kepada Gubernur Jawa Barat sebagai dasar percepatan proses administrasi.
“Setelah surat masuk, pemerintah provinsi akan menurunkan tim teknis untuk menyusun perencanaan hingga penganggaran pembangunan jembatan,” jelasnya.
Ono menegaskan, jembatan yang direncanakan bukan hanya menjadi akses penghubung antarwilayah, tetapi juga harus mampu mendukung kebutuhan masyarakat, termasuk akses ambulans dan kendaraan pengangkut hasil pertanian.
“Harapan masyarakat sederhana, yakni memiliki jembatan yang bisa dilalui mobil sehingga pelayanan kesehatan dan aktivitas ekonomi tidak lagi terhambat,” pungkasnya.(Nawawi)








































































































Discussion about this post