KUNINGAN, (FC).- Panen Raya Buah Naga Kuning di Sangkanika Edugarden, Eatery & Wellness, Desa Sangkanhurip, Kecamatan Cigandamekar, Minggu (5/7), menjadi momentum menggaungkan pentingnya regenerasi petani di Kabupaten Kuningan.
Melalui kegiatan tersebut, generasi muda diajak melihat pertanian sebagai sektor modern yang memiliki prospek ekonomi menjanjikan.
Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar yang hadir dalam kegiatan itu menegaskan bahwa dunia pertanian telah mengalami perubahan besar.
Menurutnya, bertani tidak lagi identik dengan pekerjaan tradisional, melainkan telah berkembang menjadi usaha yang berbasis inovasi, teknologi, dan kewirausahaan.
“Pertanian saat ini sangat menjanjikan. Anak-anak muda tidak harus selalu bercita-cita menjadi pegawai negeri atau bekerja di perkantoran. Dengan ilmu, inovasi, dan semangat berwirausaha, sektor pertanian mampu menjadi sumber penghidupan yang menjanjikan,” ujarnya.
Dian mengatakan regenerasi petani menjadi tantangan penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kuningan terus mendorong lahirnya agropreneur muda yang mampu mengembangkan pertanian berbasis teknologi sekaligus menciptakan nilai tambah bagi hasil produksi.
Ia juga mengungkapkan, produksi pangan Kabupaten Kuningan terus menunjukkan peningkatan.
Surplus pangan yang sebelumnya berada di kisaran 80 ribu ton kini meningkat menjadi sekitar 120 ribu ton, menandakan sektor pertanian semakin berperan dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
Menurutnya, konsep yang dikembangkan Sangkanika Edugarden layak menjadi contoh karena mampu memadukan pertanian, pendidikan, pariwisata, seni budaya, dan ekonomi kreatif dalam satu ekosistem yang saling mendukung.
Sementara itu, Owner Sangkanika Edugarden, Achmad Nur Hidayat, mengatakan panen raya tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ruang kolaborasi antara sektor pertanian dengan dunia pendidikan dan industri kreatif.
Ia menjelaskan, Sangkanika juga bekerja sama dengan sejumlah SMK pertanian melalui program magang guna memberikan pengalaman langsung kepada para pelajar sekaligus mempercepat lahirnya generasi petani baru.
“Kami ingin anak-anak muda melihat bahwa bertani bisa modern, berbasis teknologi, dan mampu memberikan masa depan yang layak. Regenerasi petani harus dimulai dari pendidikan dan pengalaman langsung di lapangan,” katanya.
Selain panen raya, kegiatan tersebut juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada petani muda, pelestari budaya, seniman, serta pelaku ekonomi kreatif yang dinilai berkontribusi dalam pengembangan potensi lokal Kabupaten Kuningan. (Angga)






































































































Discussion about this post