MAJALENGKA, (FC).- Pengamat Politik dan kebijakan publik dari Universitas Majalengka (Unma), H. Diding Bajuri, menilai Bupati Majalengka H.Eman Suherman memiliki modal politik yang kuat jika dipercaya memimpin DPC Partai Gerindra Majalengka.
Menurut Diding, kepala daerah yang sekaligus memimpin partai politik bukan hal baru di Indonesia, termasuk di Majalengka. Beberapa bupati sebelumnya juga pernah menjabat posisi strategis di partai.
“Kepala daerah seperti Bupati Eman memiliki basis legitimasi yang kuat di masyarakat. Ketika kepala daerah diberi mandat memimpin DPC, maka jalur komunikasi politik antara pemerintah daerah dan partai menjadi lebih sinkron,” kata Diding, Senin (10/11).
Ia menjelaskan, posisi bupati dan ketua DPC sama-sama jabatan politik, hanya berbeda dari sisi ruang lingkup dan fungsi. Dari sisi positif, kepemimpinan ganda dapat memperkuat komunikasi politik antara eksekutif dan legislatif.
“Sebagai bupati, beliau akan lebih mudah dalam proses perumusan kebijakan karena memiliki dukungan politik di DPRD. Tapi memang harus dijaga agar tidak menimbulkan kecemburuan dari partai lain,” jelasnya.
Diding optimistis Eman Suherman mampu menjaga keseimbangan antara peran politik dan pemerintahan.
“Saya yakin dengan gaya kepemimpinan beliau yang kolaboratif, Majalengka bisa tetap harmonis dan stabil dalam politik maupun pembangunan,” ujarnya.
Ia menilai jika Gerindra memberi mandat kepada Eman, hal itu akan menjadi langkah strategis menjelang Pilkada dan Pemilu 2029.
“Gerindra akan diuntungkan karena memiliki figur kepala daerah yang punya legitimasi publik, rekam jejak bersih, dan dukungan masyarakat luas,” kata Diding.
Sementara itu, Sekretaris DPC Partai Gerindra Majalengka, Ano Suksena, menyampaikan bahwa mekanisme pemilihan ketua DPC di Gerindra tidak melalui musyawarah daerah, melainkan penugasan langsung dari Ketua Umum.
“Di Gerindra itu sistemnya penugasan langsung. Jadi siapa pun yang ditunjuk oleh Ketua Umum, wajib siap menjalankan amanah,” kata Ano.
Ia memastikan struktur partai di Majalengka saat ini tetap solid di bawah kepemimpinan Jefri Romdhoni.
“Kami tetap solid. Tapi jika nanti ada penugasan baru dari DPP, kami siap mendukung keputusan partai,” ujarnya. (Munadi)















































































































Discussion about this post