KUNINGAN, (FC).– Identitas jenazah yang ditemukan di kawasan puncak Gunung Ciremai akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama UR (41), warga Dusun 1 Citelang, RT 1 RW 1, Desa Sangkanmulya, Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan.
Setelah proses evakuasi panjang oleh tim gabungan, jasad korban berhasil dibawa turun dan diserahkan kepada pihak keluarga pada Jumat (31/10) malam.
Kapolres Kuningan AKBP Muhamad Ali Akbar membenarkan bahwa korban merupakan warga Desa Sangkanmulya.
“Korban berinisial UR (41) merupakan warga Desa Sangkanmulya. Identitas ini dipastikan setelah ada laporan dari keluarga dan perangkat desa,” kata AKBP Akbar saat menerima tim evakuasi di Desa Linggajati, Kecamatan Cilimus.
Ia menjelaskan, pihak keluarga mengenali korban melalui pakaian dan bekas luka di lengan kanan.
“Keluarga korban memastikan berdasarkan pakaian yang dikenakan serta ciri fisik, dan hasil identifikasi sidik jari juga memperkuat bahwa jasad tersebut adalah korban,” ujar Kapolres.
Berdasarkan keterangan keluarga Zaenudin, UR diketahui mengalami gangguan mental sejak bercerai dengan istrinya beberapa tahun lalu.
Ia memiliki dua orang anak dan diketahui pergi dari rumah hampir satu bulan sebelum ditemukan meninggal dunia di puncak gunung tertinggi di Jawa Barat itu.
“Korban memang mengalami gangguan mental semenjak bercerai. Terakhir terlihat sekitar sebulan lalu. Kami baru tahu setelah anak perempuannya melihat unggahan di media sosial yang menampilkan pakaian mirip milik ayahnya,” ungkapnya.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah UR sempat diidentifikasi oleh tim Inafis sebelum diserahkan ke pihak keluarga.
Namun, pihak keluarga menolak dilakukan otopsi dan memilih langsung membawa jenazah pulang ke rumah duka di Desa Sangkanmulya untuk segera dimakamkan. (Angga/Job/FC)
















































































































Discussion about this post