KOTA CIREBON, (FC).- Gerakan Pangan Murah (GPM) yang ke-24 kembali digelar di Alun-alun Kesepuhan, Kamis (2/10).
Kegiatan rutin ini ditargetkan bisa dilaksanakan lebih dari 30 kali hingga akhir tahun.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala DKP3 Kota Cirebon Elmi Masruroh.
Dikatakannya, GPM akan digelar dua hingga tiga kali setiap bulannya, sebagai upaya peningkatan akses pangan yang terjangkau bagi masyarakat.
Melalui GPM, warga dapat membeli bahan pangan murah namun tetap berkualitas.
“Barang yang dijual bukan abal-abal atau sisa, tetapi produk terbaik. Harganya bisa lebih murah karena ada subsidi dan fasilitasi distribusi dari pemerintah,” ungkapnya.
Selain menyediakan pangan murah, GPM juga menghadirkan “Pojok Stunting” yang berupa pembagian telur 1 kilogram untuk keluarga rawan stunting hasil kontribusi CSR Java Comfeed.
Adapun bantuan lain berupa ikan sebanyak 30 kilogram yang disalurkan untuk 30 keluarga, bantuan tersebut merupakan hasil dukungan pengusaha kapal di PPN Kejawanan.
Bacxa Juga: 11 Komoditas Pangan Dijual Murah Pada Program GPM
Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam menyukseskan GPM.
Ia menilai program ini penting sebagai wujud komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan sekaligus menekan inflasi daerah.
“Antusiasme masyarakat luar biasa, bahkan komoditas seperti telur dan sembako habis diserbu warga. Semoga GPM benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Siti Farida menambahkan, selain membantu masyarakat memperoleh bahan pangan murah dan berkualitas, GPM juga mendorong penguatan UMKM, inovasi distribusi pangan, serta gotong royong antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
Beberapa pekan terakhir harga sejumlah bahan pokok seperti telur, beras, dan ayam sempat mengalami kenaikan di pasaran. Kehadiran GPM diharapkan mampu membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga lebih stabil. (Magang/FC)
















































































































Discussion about this post