“Karena kita menyadari keberadaan mereka perlu diperhatikan. Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian dari pihak managemen pabrik kepada anak anak yatim di sekitaran desa penyangga,” ujar Wahyuningsih.
Dikatakannya, walau saat ini sedang menghadapi masa masa sulit atas adanya pandemi covid 19, namun pihaknya masih berusaha untuk berbuat dan berbagi kepada anak anak yatim.
Lebih lanjut Wahyuningsih mengatakan dari 100 anak yatim yang tersebar di keempat desa kuotanya sudah terbagi yakni untuk Desa Buntu sebanyak 32 anak yatim, Ligung 21, Ligung Lor 22 dan untuk Desa Jatisura 25.
“Mudah mudahan bingkisan ini bisa sedikit membantu mereka, dan Insya Allah untuk tahun depan koata penerima akan ditingkatkan lagi,” tutur dia.
Terpisah, Ust Tauhid perwakilan dari DKM Masjid Jami Aljawahir Desa Ligung Lor mengapresiasi atas kepedulian manajemen pabrik sepatu terhadap keberadaan anak anak yatim.















































































































Discussion about this post