Wawan menambahkan, bahwa Goa Jepang itu, dikenal sebagai Bungker Tjigasong pada masa pendudukan Belanda dan kemudian Jepang datang dan menguasainya pada 1947.
Di sana ada dua Bunker, dengan masing-masing memilki dua pintu yang saling terhubung dengan ruangan utama berukuran 5 x 5 meter. Pintu masuk Bunker berukuran 1,8 meter dan memiliki pintu plat besi yang masih kokoh.
“Goa Jepang juga menjadi saksi bahwa perlawanan rakyat Kabupaten Majalengka terhadap penjajah begitu menggelora. Kendati demikian, saya harap ada sejarawan yang bisa mengungkap kisah atau sejarah Goa Jepang yang valid,” harapnya.
Hal serupa disampaikan warga Majalengka lainnya Hasanudin yang biasa mangkal di sekitar Kodim 0617/ Majalengka, Ia mengatakan tiap akhir pekan suka ada orang orang yang datang ke Goa Jepang ini.
Mereka ada yang ingin melihat langsung bentuk asli goa bersejarah tersebut, namun ada juga yang sekedar melakukan swafoto.
“Ya sering sih ada masyarakat yang datang ke Goa Jepang itu, mereka kebanyakan dari luar Kabupaten Majalengka. Bahkan ada yang foto buat free wedding segala,” ujar Hasanudin singkat. (Munadi)













































































































Discussion about this post