“Ini tidak main-main dan harus ada perlakukan khusus terhadap penanganannya, sehingga membutuhkan sarana dan prasarana yang lebih lengkap dan memadai, diharapkan dengan demikian akan mampu memutus mata rantai penularan covid-19,” harapnya.
Sementara, Direktur RSUD Waled, dr Budi S Soenjaya menuturkan bahwa APD untuk penanganan covid-19 di RSUD Waled diakui sampai akhir Mei dipastikan masih pada posisi aman.
Dirinya menjelaskan dalam kurun waktu 3 bulan RSUD Waled telah menangani 107 pasien, yang terdiri 77 PDP, 26 ODP, 4 OTG dan 2 tekomfirmasi covid-19, namun sudah sembuh dan sudah pulang. Saat ini di RSUD Waled tersisa 2 pasien PDP.
Menurutnya, tingkat penggunaan APD ditentukan dari banyak sedikitnya pasien terindikasi covid-19. Seiring adanya larangan mudilk dari pemerintah, saat ini pasien menurun.
Dirinya berharap masyarakat mau mengikiti anjuran pemerintah untuk tidak mudik. Sebab berdasarkan catatan di rumah sakit sebagian besar pasien trrindikasi covid-19 yang masuk ke RSUD Waled adalah pendatang dari luar daerah.
“APD ini masih terus kita butuhkan entah sampai kapan covid-19 ini akan berakhir. Adanya bantuan ini menambah semangat kami selaku tim medis penanganan covid-19. Alhamdulillah banyak donasi yang masuk untuk ketersediannya APD di RSUD Waled ini. Terima kasih kami sampaikan atas kepeduliannya mendonasikan APD ke RSUD Waled ini agar tetap dalam posisi aman,” tuturnya. (Nawawi)















































































































Discussion about this post