INDRAMAYU, (FC).- Kepolisian Resort (polres) Indramayu beserta pemerintah Kabupaten Indramayu akan mengambil langkah tegas apabila ada yang bermain-main harga pupuk bersubsidi untuk para petani, kondisi ini agar peruntukan pupuk sesuai aturan, sehingga tidak terjadi kelangkaan.
Perihal tersebut terungkap saat digelar dialog dengan petani di Desa Dukuh Kecamatan Indramayu, menyusul di amankannya sindikat pupuk subsidi di kabupaten Indramayu dengan barang bukti 10 ton pupuk subsidi.
Bupati Indramayu Nina Agustina menyampaikan, petani adalah garda terdepan karena merupakan sosok utama dibalik terwujudnya ketahanan pangan. Sehingga kata Nina, hak petani menjadi tanggung jawab pemerintah salah satunya soal ketersediaan pupuk yang akan dikawal dengan baik untuk petani.
“Kalau tidak ada petani kita mau makan apa? Sehingga persoalan pupuk yang dirasakan petani ini perlu dibela oleh kita bersama, Kapolres Indramayu dan Dandim,” katanya.
Bahkan jelas Nina, tidak ada tempat untuk para mafia pupuk di Indramayu yang memanfaatkan situasi terhadap petani. Nina pun mengapresiasi langkah Kapolres Indramayu AKBP Lukman Syarif yang berhasil mengungkap kasus penyelewengan pupuk beberapa hari yang lalu.
“Saya bersama Kapolres dan juga Dandim InsyaAllah ada untuk petani, dan mafia pupuk InsyaAllah tidak ada di Kabupaten Indramayu. Harga di tingkat petani kita upayakan stabil. Semoga petani makmur dan juga kita yang makan beras ini juga berkah. Karena kalau kita makan terus, tetapi jeritannya petani soal pupuk tidak kita perhatikan ya tidak pernah berkah,” terangnya.
Sementara itu Kapolres Indramayu AKBP Lukman Syarif mengatakan, jajaran Polres Indramayu akan semaksimal mungkin menangkap dan memberantas keberadaan mafia pupuk di Indramayu demi memajukan sektor pertanian Indramayu.
“Kehadiran kami sebagai bentuk kepedulian. Kita akan berupaya sekuat tenaga untuk memajukan pertanian di Kabupaten Indramayu. Kalau Ibu Bupati Indramayu punya caranya yakni dengan pemerintahannya. Saya juga punya caranya dengan Dandim 0616 Indramayu yaitu tangkap pelaku yang menjadi mafia pupuk,” katanya.
Dengan demikian, petani ketika membeli pupuk bersubsidi akan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah. Kemudian ketersediaan pupuk bersubsidi kedepannya akan terjaga.
“Supaya petani membeli pupuk dengan harga yang sudah ditentukan dan tidak dibuat-buat bahwa pupuk ini langka. Mengingat perencanaan RDKK pupuk oleh pemerintah daerah sudah ada dan sudah ditetapkan akan tetapi kondisi realnya pupuk susah didapat petani dan dimain-mainkan oleh pihak tertentu,” tambahnya.
Kapolres Indramayu AKBP Lukman Syarif meminta, masyarakat ketika menemui harga pupuk bersubsidi diatas harga HET untuk segera dilaporkan kepada Kepolisian, agar pihak penegak hukum segera menindaklanjuti demi kesejahteraan petani.
“Saya ingin petani harus mau berkomunikasi dengan kepolisian. Silakan adukan jika ada temuan harga pupuk diluar harga subsidi pemerintah. Kami akan siap menangkap dan akan menindak jika memang ditemui,” pintanya. (Agus Sugianto)















































































































Discussion about this post