KAB. CIREBON, (FC).- Berbagai jenis olahan unik dari hasil laut dipamerkan oleh para kader PKK se-Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon dalam acara Festival Gebang Pesisir, Rabu (10/12/2025) di halaman kantor kecamatan setempat.
Selain pameran olahan hasil laut dipamerkan juga produk dari 50 anggota UMKM Kecamatan Gebang serta berbagai pelayanan pembuatan NIB, izin halal dan lainnya.
Camat Gebang, H Iman Santoso dalam kesempatan tersebut menjelaskan, tujuan pelaksanaan Festival Gebang Pesisir ini adalah selain untuk mengangkat hasil kreasi kuliner masyarakat pesisir khususnya di Kecamatan Gebang, juga untuk memfasilitasi para pelaku UMKM yang selama ini belum memiliki administrasi kegiatan usahanya seperti NIB, izin halal, dan lainnya.
Mereka difasilitasi dalam kegiatan festival tersebut yang melibatkan beberapa stakeholder di antaranya Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Cirebon, Dinas Sosial, MUI, Kemenag dan lainnya.
Lanjut dijelaskan Camat Iman, ada beberapa jenis masakan olahan yang disajikan oleh para kader PKK dari 13 desa di Kecamatan Gebang, di antaranya Tumis Cumi Pelangi, Ikan Tongkol Daun Kelor, Udang Saus Tiram Kepanasan, Acar Bandeng Bohay, Pepes Ikan Talang Aduhai, Kepiting Bumbu Rindu Lan Kangen, Ontok Ikan Sembilang Mertua, Kerang Dara Saus Padang, Sontong Tumis, Bawal Manis Pedas Banget, dan Udang Pletok Masak Pedas.
“Sebenarnya banyak ragam olahan hasil laut hasil karya masyarakat di wilayah pesisir Kecamatan Gebang ini, adanya Festival Gebang Pesisir ini salah satunya untuk mengangkat dan memperkenalkan ke khalayak luas hasil olahan mereka,” ungkapnya.
Lanjut disampaikan Camat Iman, acara yang diikuti oleh seluruh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di 13 desa yang ada di Kecamatan Gebang ini mengusung tema “Internalisasi Nilai Budaya Pesisir Merawat Identitas dan Menguatkan Generasi”, yang bertujuan untuk mengangkat makna budaya pesisir sebagai pondasi identitas dan kekuatan bagi generasi mendatang.
Camat Gebang, Iman Santoso, menekankan pentingnya menjaga dan menginternalisasikan nilai budaya pesisir agar tidak hilang ditelan arus modernisasi.
“Kita semua hidup di tepi pantai, lautan adalah bagian dari kehidupan kita. Nilai-nilai budaya yang diturunkan nenek moyang kita, seperti rasa gotong royong, kesetiaan terhadap komunitas, dan penghormatan pada alam, adalah aset berharga yang harus kita jaga dan sampaikan kepada generasi muda,” ujarnya.
Menurut Iman Santoso, keberadaan 13 desa yang berpartisipasi dalam festival ini menunjukkan kesatuan dan semangat komunitas pesisir Gebang.
“Masing-masing desa memiliki ciri khas budaya sendiri, tetapi kita satu dalam tujuan, melestarikan identitas pesisir dan membuat generasi mendatang bangga dengan akar mereka. Tanpa budaya, kita seperti kapal tanpa kompas,” tambahnya.
Iman juga menjelaskan, bahwa festival ini bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga sarana untuk mempromosikan potensi pariwisata pesisir Gebang.
“Kita ingin dunia tahu bahwa Gebang bukan hanya memiliki pantai yang indah, tetapi juga budaya yang kaya dan masyarakat yang ramah. Semoga festival ini dapat menarik wisatawan dan membuka peluang ekonomi bagi warga,” katanya.
Berbagai acara digelar salah satunya yang menjadi menjadi daya tarik tersendiri. Dimana peserta Festival menyajikan berbagai kreasi masakan khas pesisir dengan ciri khasnya masing – masing.
“Kuliner masakan dibuat oleh ibu-ibu PKK dan pelaku UMKM. Ini bukan sekadar meracik dan menyajikan masakan semata, tapi juga untuk menunjukkan keterampilan yang berasal dari budaya pesisir,” katanya.
Iman juga mengumumkan bahwa festival tahun depan akan lebih besar dan lebih meriah. “Kita akan terus berusaha untuk membuat festival ini menjadi ajang yang bermanfaat bagi semua warga, terutama anak muda. Mari kita bersama-sama melestarikan identitas pesisir Gebang dan membangun masa depan yang lebih baik,” tutupnya. (Nawawi)











































































































Discussion about this post