INDRAMAYU, (FC).- Pengrajin tahu tempe di Kabupaten Indramayu mogok produksi selama tiga hari. Pasalnya, tingginya harga kacang kedelai yang merupakan bahan baku pembuatan tahu tempe, sehingga pengrajin kesulitan untuk menjual hasil produksi.
“Harga kacang kedelai saat ini lagi naik, jadi kita pengrajin kesulitan untuk menjual hasil produksi,” ungkap Hadi (50), Senin (21/2).
Menurut Hadi, harga kacang kedelai saat ini tembus diangka Rp12 ribu perkilogram, dibanding harga sebelumnya yang hanya kisaran Rp8 ribu per kilogram.
“Kenaikan bahan baku tahu tempe ini, imbasnya sangat dirasakan para pengrajin, karena hitung – hitungannya tidak ketemu,” ujarnya.
Kondisi ini, kata Hadi, menjadi salah satu penyebab mengapa pihaknya menghentikan produksi tahu tempe, selain ini merupakan bentuk protes terhadap tingginya harga kacang kedelai.
“Aksi mogok ini bersama dengan para pengrajin tahu dan tempe lainnya,” ujarnya.
Dia mengatakan, tingginya harga kacang kedelai ini juga berimbas terhadap para pekerja yang terpaksa dirumahkan karena tidak ada produksi.
“Kalau menolak permintaan tahu tempe sudah pasti, bahkan banyak. Tetapi kita juga dengan terpaksa memberhentikan para pekerja karena tidak kuat untuk menggaji,” ujarnya.
Hadi berharap, dengan aksi yang dilakukan para pengrajin tahu dan tempe, publik bisa mengetahui bahwa saat ini harga kedelai melonjak drastis. Sehingga, kata dia, pemerintah bisa mengambil solusi untuk kembali menyetabilkan harga, demi keberlangsungan usaha para pengrajin.
“Kita sebagai pengrajin itu melakukan usaha karena untuk cari makan, buat makan itu dibutuhkan keuntungan, terus kalau kedelainya naik terus dari mana dapat keuntungannya,” pungkasnya. (Agus)















































































































Discussion about this post