KUNINGAN, (FC).- Seorang warga Kuningan mengalami kesulitan mendapatkan vaksinasi Covid-19. Hal ini terjadi lantaran Nomor Induk Kendudukan (NIK) yang bersangkutan telah terdaftar dan telah melakukan vaksinasi tahap 1.
Kasus ini bermula saat Ridho Yanuar yang tercatat sebagai warga Dusun Pahing RT 04/ RW 02 Desa Kapandayan Kecamatan Ciawigebang Kabupaten Kuningan hendak melakukan vaksinasi yang diadakan oleh Puskesmas Maleber.
Tapi, kendala ditemukan saat proses registrasi di lokasi vaksinasi.
Ridho menyebutkan beberapa waktu lalu, dirinya mendatangi Puskesmas Maleber untuk melakukan vaksinasi.
Akan tetapi, pada saat melakukan pendaftaran pertugas kesehatan mengatakan bahwa namanya sudah melakukan vaksinasi pada tanggal 1 Januari 2021 di Puskesmas Gunung Guruh Kabupaten Sukabumi.
“Waktu itu tanggal 3 Januari 2022, saya mau divaksin karena kebetulan yang ada pada saat itu di Puskesmas Maleber, saya datang kesana. Ketika melakukan pendaftaran, petugasnya mengatakan kalau saya sudah divaksin. Tentu aja saya kaget, karena saya sama sekali belum divaksin,” ungkap Ridho, minggu (16/1).
Ridho menyebutkan, petugas kesehatan pun menyarankan untuk melakukan konfirmasi terlebih dahulu ke Puskesmas Gunung Guruh Kabupaten Sukabumi sebelum dilakukan vaksin.
“Saya sudah dua tahun tinggal di Kuningan dan sudah ber KTP Kuningan. Sebelumnya memang saya pernah tinggal di Sukabumi, tapi saya sudah mengurus kepindahan dan tinggal di Kuningan,” ujar Ridho.
Ridho tentu saja kecewa karena dirinya hingga saat ini belum bisa mendapatkan vaksinasi.
Sementara itu, salah seorang keluarga Ridho, Suherna, mengaku sudah mendatangi pihak Puskesmas Gunung Guruh untuk mempertanyakan hal tersebut.
“Kepala Puskesmas Gunung Guruh mengatakan kalau itu merupakan hasil rapat karena dikejar target 100 % dan itu merupakan kesalahan tim entri,” kata Suherna.
Merasa kecewa dengan adanya kejadian tersebut yang mengakibatkan Ridho tidak dapat divaksin.
Suherna mengatakan akan membawa permasalahan ini ke jalur hukum.
“Vaksin ini kan sudah menjadi masalah nasional. Tentu saja ini merugikan saudara saya yang tidak bias divaksin. Bagaimana bisa orangnya sudah pindah kok tiba-tiba namanya muncul dan sudah divaksin,” ungkap Suherna. (Ali)















































































































Discussion about this post