KAB.CIREBON, (FC).- Pemerintah Kabupaten Cirebon terus mendorong peningkatan konsumsi ikan masyarakat sekaligus memperkuat pemasaran produk perikanan lokal melalui Bazar Perikanan 2026 yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon.
Kegiatan tersebut menghadirkan beragam produk hasil perikanan dengan harga terjangkau, mulai dari ikan segar, ikan beku, ikan pindang, hingga berbagai olahan seperti bakso ikan, otak-otak, pepes, abon ikan, kerupuk, biskuit ikan, sambal ikan, dan terasi.
Kepala DKPP Kabupaten Cirebon, Sudiharjo, mengatakan bazar tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi produk perikanan, tetapi juga bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengonsumsi ikan sebagai sumber pangan bergizi.
“Ikan memiliki kandungan protein, omega-3, vitamin, dan mineral yang penting untuk pertumbuhan, kesehatan, serta mendukung perkembangan kecerdasan anak. Karena itu, kami terus mengajak masyarakat untuk meningkatkan konsumsi ikan,” ujar Sudiharjo usai membuka Bazar Perikanan di Kantor DKPP Kabupaten Cirebon, Rabu (15/7).
Menurutnya, kegiatan tersebut juga memberikan ruang bagi pelaku usaha perikanan dan UMKM untuk memperkenalkan produk mereka secara lebih luas kepada masyarakat.
Dengan adanya bazar, pelaku usaha diharapkan mampu meningkatkan daya saing, memperluas jaringan pemasaran, serta memperkuat sektor perikanan sebagai salah satu potensi ekonomi daerah.
Selain menyediakan produk berkualitas dengan harga terjangkau, DKPP juga menghadirkan kemudahan transaksi melalui pembayaran digital menggunakan QRIS.
“Pembayaran nontunai ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus membantu pelaku usaha beradaptasi dengan sistem transaksi digital,” katanya.
Sudiharjo berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat ganda, yakni membantu masyarakat memperoleh pangan bergizi sekaligus menggerakkan roda perekonomian pelaku UMKM perikanan.
“Ketika masyarakat membeli produk lokal, secara tidak langsung ikut mendukung pertumbuhan UMKM dan perekonomian daerah,” pungkasnya. (Ghofar)








































































































Discussion about this post