KAB.CIREBON, (FC).- Satuan Lalu Lintas Polresta Cirebon masih mendalami penyebab kecelakaan maut yang melibatkan truk kontainer bernomor polisi B 9105 UM bermuatan air minum dalam kemasan (AMDK) di jalur Cirebon–Kuningan, tepatnya kawasan turunan Desa Ciperna, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.
Dalam perkembangan penyelidikan, sopir truk mengaku kendaraan yang dikemudikannya sudah kehilangan kendali sejak memasuki bagian awal turunan sebelum akhirnya menabrak sejumlah objek di lokasi kejadian.
Anggota Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polresta Cirebon, Aiptu Ade Nugraha, mengatakan pihaknya kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Selasa (14/7) untuk melengkapi proses penyelidikan.
Selain olah TKP, penyidik juga telah meminta keterangan dari pengemudi truk. Berdasarkan keterangan sementara, kendaraan mulai sulit dikendalikan sejak berada di bagian atas turunan.
“Pengemudi mengaku sejak mulai jalan di atas sudah kehilangan kendali. Namun untuk memastikan apakah penyebabnya rem blong atau faktor lain, kami masih melakukan pendalaman,” ujar Ade.
Ia menjelaskan, polisi bersama ahli dari Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon akan melakukan pemeriksaan teknis terhadap kondisi kendaraan.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kelayakan kendaraan sekaligus mengetahui faktor utama penyebab kecelakaan.
Dari hasil olah TKP sementara, diketahui jarak sejak truk mulai kehilangan kendali hingga titik tabrakan mencapai sekitar 120 meter.
“Dari hasil pengukuran sekitar 120 meter. Kondisi jalan di lokasi berupa turunan panjang, curam, serta terdapat tikungan sehingga cukup berpotensi membuat kendaraan sulit dikendalikan,” jelasnya.
Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut bertambah menjadi tiga orang. Sebelumnya, dua korban dinyatakan meninggal dunia, yakni seorang ibu dan bayi.
Kemudian satu korban lainnya, yang merupakan ayah dari salah satu korban, meninggal dunia saat menjalani perawatan medis pada Senin sore.
Sedangkan seorang anak perempuan yang masih duduk di bangku sekolah dasar hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RSD Gunung Jati Kota Cirebon.
“Total korban meninggal dunia menjadi tiga orang. Satu korban lainnya, seorang siswi SD, masih dirawat di rumah sakit,” kata Ade.
Adapun pemilik warung yang turut terdampak dalam kecelakaan tersebut hanya mengalami luka ringan. Setelah mendapatkan penanganan medis di puskesmas, korban diperbolehkan pulang.
Polisi memastikan penyelidikan masih terus berjalan, termasuk menunggu hasil pemeriksaan teknis kendaraan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan maut tersebut. (Johan)










































































































Discussion about this post